1000 Siswa TK Dan SD Yayasan IBA Peringati Hari Gigi Sedunia

PALEMBANG,HS – Mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) Yayasan IBA Palembang ikuti perayaan hari gigi sedunia atau WORLD ORAL HEALTH DAY dengan tema Live Health Smart with Healthy Mouth .

Kegiatan ini diikuti lebih kurang sebanyak 1000 anak didik dari Yayasan tersebut.
Ketua PDGI cabang Palembang Drg. Novi Artati yang didampingi oleh ketua pelaksana kegiatan Drg. Bertha Aulia disela kegiatan sikat gigi bersama anak didik TK dan SD Yayasan IBA Palembang mengatakan, Peringatan hari gigi sedunia yang jatuh pada 20 Maret ini diperingati oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dengan melibatkan kurang lebih 100.000 anak didik TK dan SD serta lebih dari 3.000 Dokter Gigi dari 100 cabang PDGI yang tersebar dari sabang hingga Merauke.
“Sebenarnya hari kesehatan gigi dunia yang diperingati setiap 20 Maret ini dilaksanakan secara serentak di 100 kota yang melibatkan 100 ribu murid jenjang TK dan SD serta 3 ribuan dokter gigi (Drg).Di Palembang 1000 siswa TK dan SD yayasan IBA serta 40 Drg sebagai operator dan 23 Drg sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan, kalau sebelumnya di 2015 kita melaksanakan di 10 SD di 10 kecamatan di Palembang dan 2016 kosong kegiatan, sebab perayaan hanya dilaksanakan di dua kabupaten/kota ditiap provinsi dan secara bergilir terutama di wilayah yang siap melaksanakan,” terangnya, Senin (20/03).
Dijelaskannya, ada tiga kegiatan utama dalam perayaan hari gigi sedunia ini, yaitu penyuluhan kesehatan dan sikat gigi bersama, wawancara serta pemeriksaan kesehatan gigi dan pemberian aplikasi larutan flor kepada anak yang fungsinya untuk mencegah lubang di gigi.

“Kita pilih sekolah IBA karena siswanya banyak dan dari sekolah juga mendukung kegiatan ini serta UKS dan dokter cilik disini sudah menyabet juara satu tingkat kota. Selain itu, sebenarnya kegiatan ini bukan habis hari ini saja, melainkan 21 hari kedepan akan kita periksa lagi kesehatan gigi mereka setelah hari ini kita periksa,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala SD IBA Paidi Prh, kebetulan kesehatan gigi dan kesehatan jasmani lainnya sudah masuk dalam program unit kesehatan sekolah (UKS) dan dokter cilik di bawah pengawasan Puskesmas 11 Ilir.

Pemeriksaan kesehatan gigi sendiri, akunya, dilakukan pihaknya dan Puskesmas 11 Ilir kepada siswanya setiap tiga bulan dan enam bulan sekali.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini maka anak dapat memahami pentingnya kesehatan gigi. Dengan badan yang sehat maka dapat memaksimalkan aktivitas pembelajaran. Jadi menurut saya kesehatan itu sangat mutlak, dengan membiasakan diri sejak dini menjaga kesehatan, maka kedepannya kelak mereka dewasa sudah terbiasa bahwa kesehatan itu mahal harganya,” pungkasnya(HSN)
.

.