PALEMBANG,HS — Sebanyak 17 peserta mengikuti kursus lisensi wasit C-3 asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)  Palembang, 18-22 Desember 2017. Tak hanya kaum adam,  dalan kursus tersebut juga diikuti satu peserta perempuan asal Palembang bernama Nilam Soraya.

Ketua Panitia Pelaksana, Selamat menerangkan dalam pelatihan tersebut para wasit diberikan materi pelajaran tertulis,  lapangan hingga tes kebugaran dari pemateri,  Sukisno yang merupakan pengadil lapangan asal Palembang pemilik lisensi FIFA di era 1999.

“Menariknya kita memiliki satu-satunya wasit perempuan di Palembang. Mereka diberikan pelajaran selama 78 jam pelajaran,” jelasnya usai menutup kursus lisensi Hotel Majestic Palembang,  Jumat (22/12/2017).

Diakui Selamat,  selama ini permasalahan paling vital seorang wasit karena tak  seluruhnya paham dengan peraturan permainan. Maka dari itu 17 wasit muda yang dapat memimpin pertandingan setingkat kabupaten/kota

ini ditekankan untuk dapat mengetahui peraturan permainan sepakbola, regulasi pertandingan, psikologi perwasitan dan istilah asing sepakbola.

Selain itu,  apabila ada seorang wasit yang main mata dan berpihak kepada satu tim dalam suatu pertandingan, pihaknya tidak segan-segan akan membebas tugaskan oknum tersebut.

“Wasit harus junjung tinggi sportifitas,  kalau ada yang berani main mata tim boleh melaporkan ke komdis. Ada 6 wasit yang telah kita bebas tugaskan karena bermain,” tegasnya

Sekretaris Umum PSSI Kota Palembang,  Irwansyah menambahkan di Sumsel khususnya Palembang memang kekurang wasit.  Untuk perwakilan Sumsel baru ada satu orang memimpin Liga 1 dan empat orang memimpin liga 2 Indonesia.

Maka dari itu ka berharap dengan bertambahnya 17 wasit baru dapat meningkatkan kredibilitas pengadil lapangan saat memimpin pertandingan di kota pempek.

“Harapan para wasit yang baru ini  bisa bersaing hingga level nasional,” harapnya