hsPALEMBANG,HS – Berbagai persiapan dan pelaksanaan gencar dilakukan oleh Dinas Pendidikan Tingkat Kota Dan Kabupaten Di Indonesia yang merupakan salah satu upaya menuju sekolah digital yang diprogramkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang bekerjasama dengan pencetus aplikasi dan program KSE, yakni Chief Executif Officer (CEO) KSE, Ahmad Wahyu.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Palembang, H Ahmad Zulinto S.Pd, MM menjelaskan, berterima kasih kepada tim dari Kantin Sekolah Elektronik (KSE) dan Intel Indonesia yang telah membantu sekolah sekolah di Palembang.

“Dengan mitra seperti ini akan sangat membantu pemerintah dalam menyediakan kantin sehat dalam sistem sekolah digital,”jelasnya disela sosialisasi KSE kepada 188 kepala sekolah Se-Kota Palembang, Rabu (9/11)

Senada yang dikatakan, Sekertaris Disdikpora Kota Palembang, Karim Kasim Ini adalah salah satu langkah menuju sekolah digital melalui KSE. Dimana setiap individu di sekolah baik dari kepala sekolah, tenaga pendidik, siswa, pegawai sekolah maupun pengelola kantin sekolah dsri tingkat pendidikan dasar (SD/SMP) hingga sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) harus menguasi penggunaan informasi dan teknologi (IT),” ungkapnya

Pada kesempatan ini juga telah ditetapakan delapan sekolah sebagai pilot project implementasi KSE, yaitu SDN 117, SDN 179, SMPN 54, SMPN 1, SMAN 1, SMAN 5, SMKN 3 dan SMKN 2 Palembang.

Sementara itu, CEO KSE, Ahmad Wahyu mengungkapkan, Palembang adalah kota pertama di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang melaksanakan program KSE, setelah 4 kota lainnya dari berbagai provinsi yang berbeda. Di Palembang sendiri pihaknya telah mempersiapkan delapan sekolah yang akan segera menerapkan program KSE, dimana per januari 2017 akan diterapkan di seluruh sekolah di Palembang.

“ KSE ini bertujuan untuk memperbaiki gizi makanan yang dijajakan di kantin sekolah melalui dapurnya. Nantinya, juru masak di kantin sekolah akan didampingi oleh ahli gizi, karena kami juga sudah bekerja sama dengan pihak ahli gizi Indonesia. Sehingga setiap harinya di kantin sekolah akan ada seorang ahli gizi yang memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang dijual oleh pengelola kantin,” tuturnya.

Dalam penerapan KSE pihaknya menggunakan sistem ‘free order’, dimana makanannya bisa dipesan satu hari bahkan satu bulan sebelum pngambilannya. Selain itu, sistem pembayarannya menggunakan kartu top up, atau seperti kartu kredit yang saldonya bisa diisi melalui koperasi sekolah.

“Jadi di sekolah tidak ada lagi peredaran uang cash di kantin, sehingga anak-anak tidak akan jajan sembarangan. Dan orangtua bisa memantau apa saja makanan yang akan dimakan anaknya. Pasalnya, pemesanan makanan bisa melalui aplikasi di smartphone yang bisa didownload melalui playstore. Sehingga menu makanan anaknya selama ia bersekolah, akan dapat diatur oleh orangtuanya tanpa harus datang ke sekolah,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihak sekolah tidak perlu menyiapkan alat ataupun biaya apapun selain jaringan internet saja. “Sekolah hanya perlu menyediakan jaringan intrnetnyansaja. Kantin sekolah juga akan kami perbaiki sehingga dapat menjaga kualitas makanan dan gizinya untuk anak. Selain kami menyediakan sebuah tablet, scanning barcode dan kartu top up, kami juga akan melatih pengelola kantin yang belum menguasai penggunaan IT,” ulasnya.

Selain itu, Kepala SDN 179 Palembang, Maulina mengaku, karena program ini masih baru pihaknya akan mensosialisasikan terlebih dahulu kepada siswa dan orangtuanya. “Kami akan segera melakukan sosialisasi dengan pihak komite dan wali siswa. Program KSE ini untuk menjaga kesehatan makanan anak, program ini juga dapat mencegah anak menggunakan uang secara tidak terpantau kedepan tidak akan ada lagi kendala dalam menjalankan program tersebut. Kami sangat mendukung adanya program ini,” pungkasnya (Hsn).