Foto (IST)

PALEMBANGHS – Kecelakaan dijalur perairan sungai Musi menjadi Perhatian Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Sekatan. Hal ini berkaca dari tahun 2018( laka air yang terjadi sumsel menyebabkan 22 orang tewas

 

“Ini tentu menjadi perhatian kami di 2019 ini agar korban jiwa akibat laka air ini berkurang,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkanain Adinegara saat ditemui, Sabtu (5/1/2018).

Ia juga mengatakan, Pada 2018 lalu, laka air yang terjadi di Sumsel yakni sebanyak tujuh kasus yang mana korban tewas yakni sebanyak 22 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu, yang hanya 3 kasus sedangkan korban tewas yakni hanya 6 orang.

Lanjutnya, Karena itu, untuk menekan jumlah kasus dan korban jiwa dalam laka air, pihaknya akan membentuk pos pemantauan di bawah Jembatan Ampera dengan melibatkan instansi terkait seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan lain sebagainya.

“Pos ini nantinya akan mengecek seluruh transportasi sungai seperti alat keselamatan dan lain sebagainya,” tegasnya.

Saat ini, dirinya mengaku jika masih banyak kapal yang minim peralatan keselamatannya, terlebih lagi speedboat. Menurutnya, sangat sulit penumpang untuk keluar dari speedboat saat berada di dalam. Sedangkan, alat keselamatan sangat minim.

Akibatnya, tentu berdampak pada keselamatan penumpang dari speedboat itu sendiri. Karena itu, dirinya mengimbau kepada pemilik kapal baik speedboat maupun getek untuk melengkapi setiap alat keselamatan.

“Transportasi perairan ini sudah sejak lama di Sumsel dan ini merupakan budaya Sumsel. Jadi, kami minta agar pemilik maupun pengemudi untuk melengkapi alat keselamatan,” tutupnya.