Beginilah suasana kawasan kumuh di kota Palembang

Beginilah suasana kawasan kumuh di kota Palembang

PALEMBANG, HS – Pemerintah Kota Palembang, melalui program Kota tanpa Kumuh (Kotaku) menargetkan pada 2019 tidak ada kawasan kumuh. Program ini diluncurkan pada Minggu, (30/10) di Kambang Iwak.

Kotaku merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Hardayani mengatakan, di Palembang terdata 59 titik kekumuhan di sejumlah kecamatan.

Antara lain di Kecamatan Seberang Ulu I, Kertapati, Plaju, Gandus, Ilir Barat II dan Kecamatan Ilir Timur II. Kategori kekumuhan meliputi kumuh berat, sedang, dan ringan.

“Mayoritas ada di kawasan Seberang Ulu,” ujar Hardayani.

Tahun depan, kata Hardayani, pemerintah kota menagetkan minimal 20 persen titik kekumuhan di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini sudah terkikis.

Kepala Badan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Palembang Sapri HN, mengatakan, secara umum permukiman kumuh mayoritas ada di bantaran Sungai Musi.

“Misalnya, kumuh berat ada di sekitar Kecamatan Kertapati dan Seberang Ulu I, di dekat sungai,” ujarnya.

Sapri menerangkan, ada sejumlah kriteria kekumuhan. Antara lain, dari struktur rumah, akses infrastruktur ke rumah, keadaan drainase, antisipasi kebakaran dan sanitasi rumah. Kriteria selanjutnya, kepadatan jumlah penduduk dan ketersediaan air bersih.

Koordinator Kotaku Palembang, Ahmad Yudi, mengatakan, program Kotaku merupakan program nasional untuk mengurangi luasan permukiman kumuh.

Sesuai target dari RPJMD Nasional, program ini diharapkan mampu mengurangi pemukiman kumuh hingga di angka 0 persen tahun 2019 mendatang.

Untuk mensukseskan program tersebut, ujar Yudi, pihaknya telah menyurvei kawasan kumuh di Palembang untuk dibenahi.

“Kita akan bangun kawasan kumuh ini menjadi layak huni,” ujar Yudi.

Ia mengatakan tahun depan, anggaran yang disiapkan untuk menata kawasan kota kumuh di Palembang sebesar Rp 20 miliar. Penataan meliputi, antara lain, jalan akses menuju kawasan, sanitasi, rumah

“Ada 36 kelurahan yang akan kita benahi tahun depan, dengan luasan 1.700 meter,” kata Yudi.  (UDI)