PALEMBANG,HS – Kegiatan rutin sensus penduduk 10 tahun sekali, akan segera terselenggarakan di 2020. Dalam proses pencacahan sensus penduduk, ada berabagai persiapan yang dibutuhkan seperti perektutan SDM selama proses pengumpulan survey.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, M.M, mengatakan akan ada perubahan yang digunakan dalam sistem sensus penduduk tahun 2020. Hal ini karena menyesuaikan perkembangan teknologi.
“Sudah dalam persiapan, seperti melaksanakan kegiatan pemetaan, di wilayah kerja statistik. Setiap wilker (wilayah kerja) telah mengadakan rekrutmen petugas, yang dilakukan oleh BPS kabupaten kota. Dan metode yang digunakan adalah “Combine Methode” dalam pencacahan data 2020.”jelasnya
Rekrutmen petugas BPS untuk Palembang juga telah dilaksanakan sejak 7 Februari 2019 lalu, dan pengumuman penerimaan petugas diinformasikan tanggal 20 Februari 2019, di BPS Kota Palembang. Untuk penggunaan metode combine system, data yang diterima merupakan data gabungan antara manual dengan teknologi.
“tujuannya karena tuntutan berubahnya zaman yang semakin canggih sehingga banyak masyarakat yang semakin sibuk dan mencari data orang-orang semakin susah” katanya
Aplikasi yang akan digunakan dalam Combine Method sendiri seperti google maps, dalam penentuan titik koordinat dan Aplikasi GIS untuk proses pemetaan. Sebelumnya, Sensus penduduk masih menggunakan metode manual atau kertas. Saat ini BPS telah menyiapkan dalam bentuk web.
“Nanti data yang diterima web akan dimasukkan ke dalam hp lalu disebar ke hp lainnya dan bekerjasama dengan Kominfo agar bisa mengisi datanya melalui web tersebut,” Jelas Endang.
Kemudian dalam kegiatan statistik yang dilakukan BPS meliputi pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, penganalisisan data, dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan melalui sensus atau survei dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada responden. Proses pengumpulan data di lapangan dilakukan oleh Koordinator Statistik Kecamatan (KSK), pegawai BPS, atau mitra BPS