PALEMBANG,HS – Empat nama calon ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan (Sumsel) siap memperebutkan 463 suara anggota biasa, pada Konfrensi Provinsi (Konferprov) PWI Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2019.

Kegiatan yang dipusatkan di gedung serba guna Asrama Haji Palembang, dibuka dengan sidang pleno pertama, oleh Ketua Umum PWI, Atal S Depari.

Atal menyampaikan, dengan terlaksananya Konfrensi Provinsi Sumsel, maka menjadi tantangan bagi ketua terpilih kedepan, untuk membawa PWI Sumsel lebih baik lagi.

“Sumsel ini Provinsi yang besar, dinamikanya banyak sekali dan calon yang muncul untuk membenahi PWI Sumsel kedepan pun cukup banyak. Kita berharap konfrensi ini dapat berjalan lancar dan daerah ini bisa mendapatkan ketua yang dapat membawa organisasi ini lebih baik lagi kedepan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, melalui Konferprov PWI Sumsel ini juga, seluruh anggota diharapkan dapat memberikan rasa nyaman pada pelaksanaan konfrensi yang dilaksanakan hari ini. Dimana, kedewasaan setiap anggota bisa lebih tinggi.

“Semua persyaratan anggota PWI harus lengkap, termasuk menjadikan organisasi ini menjadi organisasi yang mentaati aturan sesuai UU Pers. Artinya, jika anggota tidak siap untuk tampil jangan ditampilkan, karena anggota yang memiliki hak suara adalah anggota biasa,” terangnya.

Kedepan, Atal berharap PWI Sumsel dapat sejalan dengan visi misi PWI Pusat, sesuai dengan motonya PWI zaman now. Artinya PWI harus mengikuti kondisi zaman digital.

“Kita harus bisa beradaptasi dengan digital sekarang, dan sudah menjadi tugas ketua PWI Sumsel untuk memberikan pendidikan yang mumpuni bagi seluruh anggotanya,” tandasnya.

Dari informasi yang disampaikan jajaran pimpinan sidang, dari absen yang hadir, ada 446 anggota PWI yang hadir termasuk anggota yang memberikan mandat. Dimana, dari jumlah tersebut ada 106 anggota yang meemberikan mandat.

Adapun calon yang maju pada Konferprov PWI Sumsel 2019 adalah, Jon Heri dari SKU Jembatan Informasi, Aan Sartana dari Antara Sumsel, Firdaus Komar dari Berita Pagi dan Hadi Prayogo dari Sripo/Tribun Sumsel. (DN)