????????????????????????????????????PALEMBANG,HS – Hilangkan tuna aksara di tahun 2018, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang berupaya meningkatkan budaya baca masyarakat di Kota Palembang melalui taman bacaan masyarakat (TBM) ditiap kecamatan dalam GIM.

Hari ini Rabu (2/11), telah dilaunching Kampung Literasi TBM di Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami. Dimana program Gerakan Indonesia Membaca (GIM) ini bertujuan untuk mengurangi angka tuna aksara peningkatan budaya baca masyarakat, yang merupakan arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pendidikan Non-Formal (PNF) Dispora Palembang. Kali ini Disdikpora Kota Palembang menggelar pencanangan GIM dengan tajuk ‘Palembang Membaca, Palembang Berjaya’. Gelaran ini berlangsung selama dua hari sejak tanggal 2-3 November 2016.

Kepala Disdikpora Kota Palembang, H. Ahmad Zulinto, S.Pd mengungkapkan dalam laporannya, pencanangan GIM ini agar dapat mengurangi angka tuna aksara dan mewujudkan budaya baca di masyarakat. Kegiatan ini dilatar belakangi rendahnya minat baca di Indonesia. “Kami berharap agar membaca menjadi sebuah kebutuhan untuk mengembangkan diri menjadi masyarakat yang aktif, cerdas dan produktif,” ujarnya.

Dengan membaca, lanjutnya, dapat membuka jendela dunia dan dengan membaca Palembang akan berjaya. Seterusnya akan kita sosialisasi kepada masyarakat diseluruh Kota Palembang agar bermunculan TBM ditiap kecamatan di Palembang.

“Melalui membaca secara tidak langsung dapat membuat orang untuk mencintai budaya menulis. Pasalnya, melalui membaca orang dapat menulis rangkuman dan kesimpulan dari apa yang ia baca serta dapat menginspirasi seseorang untuk menghasilkan buah karya. Sehingga yang namanya menuntut ilmu itu sejak lahir hingga ke liang lahat,”tegasnya.

Dia mengatakan, pembelajaran itu harus dilaksanakan sepanjang hayat, hidup tidak hanya untuk bekerja. Jadi kami berharap agar ilmu pengetahuan itu didapatkan selain membaca juga didapatkan dari pekerjaan mereka, sehingga mereka lebih profesional.

Hal senada diutarakan oleh Kepala Bidang PNF Disdikpora Palembang, Bahrin, S.Pd.MM, menurutnya, pencanangan dan launching TBM baru dimulai hari ini , sedangkan penunjukkannya sudah sejak bulan Februari lalu oleh Kemdikbud. Dimana semua pendanaannya dari pusat dan digelar selama dua hari untuk launchingnya.

“TBM ini milik masyarakat, Jadi kami (Dispora) sifatnya hanya memfasikitasi, mendorong dan memotivasi. Nanti selesainya acara ini akan ada rekomendasi mengenai penganggaran untuk bantuan buku dan sarana lainnya ke TBM se-Kota Palembang,” katanya.

Lebih dalam Bahrin mengulas, kurangnya minat baca ini yang kita perhatikan. Kalau dibilang mereka membaca ya membaca tapi bukan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. “Masyarakat sebenarnya rajin membaca, seperti membaca pesan singkat yang dikirim secara personal maupun membaca tulisan-tulisan disosial media,” tukasnya.

Kemudian, tindak lanjut dari acara ini ialah sara sehan, yaitu mengumpulkan berbagai aspek lembaga baik dari lembaga pendidikan, pemerintah maupun stake holder lainnya untuk merumuskan untuk apa saja yang perlu dilakukan Palembang untuk meningkatkan daya baca masyarakatnya.

“Saat ini Disdikpora Kota Palembang menjadi membaca sebagai budaya dengan Targetnya dimulai dari tingkat pensidikan anak usia dini (PAUD) dan masyarakat umum. Dimana saat ini sudah ada 22 TBM dibawah binaan PNF Dispora,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sukarami, Haiyunnedy mengatakan, harusnya ada satu TBM di setiap kelurahan. Namun, saat ini TBM yang hidup cuma di Kampung Literasi di Kelurahan Sukodadi saja.

“Seharusnya TBM itu ada disetiap kelurahan, tapi ada yang eksis dan ada yang tidak. Banyak faktor yang menyebabkan TBM itu bisa eksis, antara lain di dukung oleh pemerintah dan harus ada lembaga seperti PAUD dan TK di dekat TBM. Jadi sembari mengantar anaknya ke sekolah orangtuanya dapat sekalian membaca. Secara teknis pemilihan letak TBM sangat berpengaruh bagi peningkatan minat baca,” pungkasnya(Hs)