Foto (Ist)

PALEMBANG,HS – Sebanyak 30 orang tahanan narkoba kabur dari tiga sel tahanan yang ada di Mapolresta Palembang, Minggu (5/5). Dugaan sementara puluhan tahan tersebut kabur setelah berhasil menjebol terali ventilasi udara kamar.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, mengatakan sudah ada beberapa tim yang diterjunkan untuk melakukan pengejaran terhadap tahanan yang kabur tersebut. Hasilnya dari beberapa titik lokasi, sudah ada 7 tahanan yang berhasil ditangkap kembali hingga pukul 15.00.
“Sudah ada tujuh tahanan yang kabur berhasil ditangkap kembali di daerah Mariana (Banyuasin), dan Sukarame (Palembang). Mudah-mudahan semuanya akan segera tertangkap,” katanya, Minggu (5/5/2019).
Didi bilang, jika pada saat penangkapan tahanan tersebut melakukan tindak perlawanan, maka petugas tidak segan-segan melakukan tindakan tegas dan terukur kepada setiap tahanan tersebut.
“Kami mengimbau baik tahanan yang kabur maupun keluarganya untuk segera menyerahkan diri. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi kepada para tahanan tersebut,” pungkasnya
Untuk penyebab kaburnya tahanan tersebut, kata Didi, banyak versi dan masih dalam tahap penyidikan lebih lanjut oleh petugas.
Menurut Didi, pihaknya saat ini juga dibantu dengan jajaran dari Polda Sumsel untuk segera menangkap keseluruhan tahanan yang kabur.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Supriadi, mengatakan berdasarkan laporan, peristiwa tersebut diketahui oleh seorang petugas jaga yang mendengar teriakan dari salah seorang tahanan di dalam sel.
Saat menghampiri sel, tahanan tersebut mengatakan kepada petugas jaga bahwa banyak tahanan yang kabur dengan cara merusak terali jendela ventilasi yang ada di ruangan tersebut. “Sejumlah petugas piket juga sedang kami periksa,” ujarnya
Supriadi bilang, dari 3 sel penjara yang ada di Mapolresta, terdapat 40 orang tahanan yang mendekam. Sebanyak 10 orang tidak melarikan diri, sementara 30 lainnya dilaporkan kabur. Namun pihaknya akan memastikan kembali berapa jumlah tahanan yang melarikan diri.