acara-rapat-kerja-daerah-ke-1-igi-kota-palembangPALEMBANG,HS – Meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Ikatakan Guru Indoensia (IGI). Pasalnya, saat ini guru Indonesia masih minim tersentuh dari pelatihan yang berfungsi meningkatkan kualitas kompetensi dengan jumlah yang fantastik mencapai 90 persen guru yang ada di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua IGI Pusat, Muhammad Ramli Rahim, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai kegiatan dan pelatihan untuk mewujudkan guru yang baik dalam kompetensinya. Menurutnya, guru merupakan kunci utama terciptanya para generasi bangsa yang siap untuk berkompetisi.

“Saat ini 90 persen guru di Indonesia tidak tersentuh oleh pelatihan. Hal inilah yang menjadi faktor lahirnya IGI sebagai solusi mengatasi masalah ini,” katanya usai membuka dn memberikan materi pada acara rapat kerja daerah ke 1 IGI Kota Palembang, kemarin.

Menurut Ramli, minimnya pelatihan yang diterima oleh guru ini disebabkan berbagai hal. Salah satunya adanya dikotomi pelatihan yang diberikan kepada orang yang sama setiap dilakukannya pelatihan. “Pelatihan itu ada, namun hanya dinikmati oleh orang itu-itu saja yang dikirim oleh berbagai pihak yang terkait untuk mendapatkan pelatihannya. Karena terlalu sering dikirim orang itu-itu saja, terkadang momen pelatihan menjadi ajang silahturahmi bagi guru tertentu yang terlalu sering dikirim untuk pelatihan,” jelasnya.

Pihak IGi sendiri telah memberikan berbagai solusi yang bisa memberikan berbagai peluang kepada guru untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan. Yakni melalui berbagai pelatihan mencakup delapan kanal seperti, satu guru satu KTI, satu guru satu blok, satu guru satu inovasi, satu guru satu buku, satu guru satu animasi drawiing, satu guru satu komik dan satu guru satu android. “Delapan materi kanal inilah yang akan terus diupayakan untuk diajarkan kepada guru oleh IGI diberbagai kota/kabupaten di Indonesia. Semuanya akan disesuaikan pada kebutuhan di setiap daerah dengan tujuan peningkatan kompetensi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua IGI Kota Palembang, Kemas Ar Panji mengatakan, meskipun baru dilantik namun IGI Kota Palembang akan terus berupaya untuk mewujudkan delapan kanal tersebut melalui berbagai kegiatan dan workshop kepada guru di Palembang. Pihaknya yakin, kehadiran IGI bisa memberikan manfaatnya bagi bagi guru di Kota Palembang untuk memberikan bantuan kepada pemerintah mewujudkan guru yang lebih baik.

“Kota Palembang sendiri dalam waktu dekat ini akan fokus peningkatkan pengetahauan IT guru dengan memanfaatkan Android dalam proses pembelajarannya. Selain menjadi lebih baik dan gampang digunakan, program ini juga bisa membantu guru untuk penguasaan IT yang masih manjadi momok kendala dalam melakukan tes ujian sertifikasi,” pungkasnya(HSN)