PALEMBANG,HS – Manajemen Abu Tours akhirnya memenuhi panggilan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan untuk membahas nasib tujuh ribuan jemaah umrah asal provinsi itu yang batal berangkat. Pertemuan sempat berlangsung panas lantaran pihak Abu Tours menolak menandatangani nota kesepahaman yang sudah disepakati.

Pertemuan itu dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Sumsel M Alfajri Zabidi, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Sumsel, pejabat Polda Sumsel, dan dua orang perwakilan Abu Tours pusat yang berlangsung di Kantor Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (7/3).

Dalam pertemuan itu, disepakati selembar surat berisi empat poin yang harus ditandatangani pihak Abu Tours dan Kemenag Sumsel. Namun, setelah surat nota diprint, perwakilan Abu Tours atas nama Andi Akbar Asban menolak.

Andi Akbar keberatan isi kesepakatan di poin kedua yang berbunyi ‘Pihak Abu Tour berkomitmen untuk tetap memberangkatkan jamaah, baik jamaah bersedia ataupun tidak menambah biaya. Tidak ada keharusan dari jamaah untuk menambah biaya dari yang sudah disepakati awal.’

Lalu Kanwil Kemenag Sumsel meminta Abu Tours menjelaskan alasannya. Lalu, Andi Akbar menuliskan kalimat baru untuk menggantikan poin kedua itu. Dari kalimat itu, tertulis Abu Tours tetap meminta tambahan kepada jemaah. Usulan kalimat Andi Akbar tersebut ditolak Kanwil Kemenag Sumsel karena merugikan jemaah.

Menurut Andi Akbar, pihaknya tetap akan memberangkatkan jemaah sesuai jadwal. Hanya saja, keberanian diprioritaskan bagi jemaah yang bersedia mengikuti maklumat dengan membayar dana tambahan mulai Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per orang. Sedangkan jemaah yang tidak mau menambah uang diberangkatkan mulai Oktober 2018.

“Saya ini staf biasa, jangan sampai nanti ada kesalahan kalau saya tandatangan. Saya hanya menyampaikan saja apa yang disampaikan pimpinan,” kata Andi Akbar.

Mendengar keterangan pihak Abu Tours, Kanwil Kemenag Sumsel Alfajri Zabidi terlihat geram. Dia menilai, Andi Akbar selaku perwakilan Abu Tours terkesan tidak menghormati pertemuan dan hasil kesepakatan.

“Ya, silakan saja tidak mau tandatangan, Abu Tours kan memang ilegal di Sumsel. Padahal, surat itu hasil yang sudah kita sepakati bersama, gimana ini,” kata Alfajri Zabidi.

“Kamu (Andi Akbar) sendiri kan tadi bilang Abu Tours tidak mengharuskan menambah biaya, artinya sukarela kan. Tapi kenapa masih mau minta tambahan lagi, sampai dua puluh juta begitu,” sambung Zabidi.

Setelah pertemuan, Andi Akbar Asban bersama seorang perwakilan Abu Tours mencoba kabur. Dia menyelinap dari kerumunan awak media yang menunggu di luar ruangan untuk konferensi pers.

Beruntung, sejumlah awak media memergokinya dan mencegahnya saat hendak turun tangga. Alhasil, Andi Akbar diminta kembali ke ruangan dan diwawancarai wartawan.

Kepada awak media, Andi Akbar mengatakan, Abu Tours akan tetap memberangkatkan jemaah umrah yang sempat tertunda. Pada tahap pertama, sebanyak 50 jemaah asal Sumsel akan berangkat pada besok pagi, Kamis (8/3). Lalu, disusul beberapa kloter lainnya pada bulan ini.

“Besok 50 orang ke Jakarta dulu, tapi mereka yang mengikuti maklumat, ada nambah lima juta sampai lima belas juta. Sedangkan yang tidak mengikuti maklumat berangkat mulai Oktober tahun ini, tapi disesuaikan regulasi Kemenag,” ujarnya.

“Untuk bulan ini ada 400 jemaah asal Sumsel yang kita berangkatkan,” tambahnya.