Tugu Air Mancur di Simpang Jalan Lingkar Prabumulih yang tak lagi berfungsi.

Tugu Air Mancur di Simpang Jalan Lingkar Prabumulih yang tak lagi berfungsi.

PRABUMULIH, HS  – Pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Prabumulih patut diapresiasi. Pemkot telah membangun fasilitas umum yang diperuntukkan untuk masyarakat baik itu untuk kesehatan maupun untuk rekreasi agar masyarakat bisa menikmatinya pada pagi hari maupun sore hari serta malam hari.

Pembangunan yang telah baik tersebut perlu pula tindak lanjut dari penggunaan taman tersebut dan juga perlu dijaga keindahannya. Untuk itu diperlukan peran serta warga dalam menjaga keindahan dan kebersihan karena tanpa adanya peran serta warga maka sia-sialah pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Prabumulih.

Salah satu contohnya adalah pembangunan tugu air mancur yang terletak di Simpang Jalan Lingkar Prabumulih. Saat ini air mancur tersebut sudah tidak lagi memancarkan air dan lampu-lampu yang menghiasi kolam air mancur banyak yang tak berfungsi lagi.

Berdasarkan pantauan Haluan Sumatera, berhentinya air memancarkan airnya dikarenakan adanya kebocoran pada kolam air mancur yang telah berlangsung lama, serta tak adanya perawatan dari pihak terkait.

Menurut salah satu warga, Ujang, sebelumnya tugu air mancur kalau malam hari ramai dikunjungi warga tetapi semenjak air mancur tersebut mati sudah jarang warga mengunjungi kolam air mancur tersebut.

“Warga sudah jarang mengunjungi air mancur ini, soalnya airnya sudah mati dan lampunya banyak yang tak berfungsi lagi. Apalagi kalau malam, karena lampu sangat minim warga juga takut karena banyak truk batubara yang melintas,” ujarnya.

Menurut para tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar lokasi air terjun tersebut,  memang sekarang sudah tidak ada lagi warga yang mengunjungi air mancur tersebut karena airnya sudah tidak keluar lagi dan ini disebabkan adanya kebocoran di kolam tersebut dan mungkin kurangnya perhatian dari Pemerintah serta tidak adanya perawatan yang rutin.

“Karena adanya pembiaran kerusakan tersebut akhirnya beginilah jadinya serta simpang jalan lingkar kembali gelap,” ujar Abah, salah satu pengojek.

Dengan terhentinya air mancur tersebut, diharapkan keseriusan pemerintah dalam memelihara apa yang sudah dibangun, terutama Dinas Kebersihan yang menjadi bagian pemeliharaan taman-taman yang ada di Kota Prabumulih.

“Karena kalau tidak ada pemeliharaan, maka akan tidak ada gunanya membangun yang banyak hanya untuk menghabiskan dana yang pada akhirnya menjadi sia-sia,” ujar Abah. (IRS)