Siswa SD Sedang membuat robot

PALEMBANG,HS – Dalam upaya untuk mencari Bibit Unggul dalam bidang Robot dan Komik Club Pintar dan Kreatif (C-Pink) bekerja sama dengan Graha Tehnologi menggelar Ajang lomba robotik dan komik rider 2017 tingkat Kota Palembang diikuti ratusan siswa dari berbagai jenjang TK hingga sekolah menengah atas (SMA), mereka berlomba membuat robot dan komik.
Pimpinan Club Pintar dan Kreatif (C-Pink), Ferdinan Fernando mengatakan, kegiatan lomba tersebut bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kreativitas siswa dalam bidang teknologi terkhusus memberikan wadah bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan membuat robot dan komik.

“Sekaligus karena ini bekerja sama dengan graha teknologi sehingga mencari bibit unggul dalam bidang robot dan komik untuk mewakili Sumsel dipajang nasional dan internasional,” ungkapnya usai acara pembukaan di rumah kreatif PKK Sumsel di OPI, Kamis (23/3).
Lanjutnya, dalam ajang lomba robotik dan komik rider ini meliputi bebepa kategori seperti brick speed tingkat TK dengan peserta 36 orang, brick speed tingkat SD kelas 1-3 sebanyak 48 orang, brick speed tingkat SD kelas 4-6 sebanyak 26 orang, untuk robot creative tingkat tingkat kelas 1-3 ada 19 orang, robot creative kelas 4-6 ada 21 orang, sedangkan untuk robot creative tingkat SMP ada 10 orang, otomotif industri tingkat SMP ada 14 tim dan untuk komik rider tingkat SD kelas 4-6 ada 22 orang, komik rider tingkat SMP-SMA ada 27 orang dan komik rider oentablet ada 8 orang. Sejumlah peserta ini berasal dari sembilan TK-TPA, 16 SD-MI, 12 SMP/MTs dan 2 SMA/MA yang berasal dari wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.
Dijelaskan Ferdinan, sebelum pelaksanaan lomba para peserta diberikan pembinaan oleh pihak C-Pink, meski belum berjalan maksimal. Namun, pihaknya yakin adannya wadah perlombaan bisa memberikan kesempatan siswa menguji kemampuan untuk mendapatkan prestasi.

“Kalau di sekolah-sekolah sudah banyak bentuk pembinaan baik dalam bentuk ekskul maupun muatan lokal baik robot maupun komik. Salah satu tujuan lomba ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat sampai dimana kemampuan yang dimiliki,” terangnya.
Tak hanya itu, jelas Ferdinan, saat ini saja demam robot juga merambah ke sekolah – sekolah berstatus negeri. Padahal, beberapa tahun sebelumnya ekskul robot dan komik dalam bentuk ekskul dan mulok masih didominasi sekolah swasta. “Saat ini sekolah negeri pun sudah mulai mendirikan ekskul robot ataupun ekskul komik. Namun, hingga saat ini masalah biaya peralatan yang terbilang mahal masih jadi kendala bagi semua sekokah,” terangnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Graha Teknologi Sriwijaya, Muhammad Taufik mengatakan, perlombaan robotik dan komik rider merupakan agenda yang dimiliki pihaknya, dan pelaksanaannya sendiri sudah masuk tahun ke tujuh.

 

“Juara dari setiap kategori akan diberikan hadiah berupa teropi, uang pembinaan, piagam dan akan mewakili Kota Palembang di ajang tingkat provinsi, hingga nasional” ucapnya.
Taufik menilai, perkembangan kreatifitas siswa sendiri semakin membaik, pada tahun 2015 lalu saja ada beberapa sekolah yang sudah mampu menang lomba ditingkat Internasional.

 

“Salah satu kreatifitas siswa kita yang telah mampu juara ditingkat nasional adalah siswa dari SMK Negeri 2 Palembang, untuk pemenang lomba ini jika memungkinan akan dikirim ke tingkat regional Asia, oleh sebab itu pihaknya terus memotivasi para pelajar di kota Palembang agar kreatif dalam mengembangkan tehnologi,” ucapnya (HSN)
.

.