PALEMBANG, HS – Kekuatan koalisi partai politik masih sulit ditandingi koalisi rakyat. Buktinya, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang jalur perseorangan, Muhammad Akbar Alfaro-Hernoe Roespriadji harus tumbang di Pilkada serentak 2018.

Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count, menempatkan duet Akhor (Akbar Alfaro-Hernoe Roespriadji) berada di posisi buncit. Akhor hanya memperoleh suara 4,12 persen. Kekalahan telak ini disikapi Akhor dengan bijak dan legowo.

Akbar Alfaro juga mengucapkan selamat terhadap pasangan petahana Harnojoyo-Fitrianti Agustinda yang terpilih berdasarkan hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei.

“Inilah pilihan masyarakat. Kita harus mendo’akan dan mendukung calon terpilih. Saya berharap Palembang akan lebih maju dan sejahtera di periode mendatang,” kata Akbar, Kamis (28/06/2018).

Berdasarkan hasil hitung cepat, perolehan suara Harnojoyo-Fitrianti mencapai 47 pesen. Sedangkan Sarimuda-Abdul Rozak memperoleh 37,13 persen, disusul Mularis Djahri-Syaidina Ali 12 persen dan Muhammad Akbar Alfaro-Hernoe Rusprijadji 4,12 persen.

Rekapitulasi hitung cepat ini menunjukkan jika tiga kompetitor Akhor yang diusung koalisi partai politik masih lebih memiliki taring. Akhor tidak berdaya membendung kekuatan tiga kompetitornya itu yang diusung pemilik kursi di parlemen.

Dengan kekalahan ini, Akhor juga menyampaikan permohonan maaf terhadap para simpatisan, relawan, pendukung serta para saksi yang turut andil dalam pesta demokrasi tahun ini.

“Sejak awal kami sudah menyatakan siap menang dan siap mengakui kemenangan pasangan terpilih. Kami harus bersikap legowo serta mendukung pilihan rakyat,” ujar Akbar.

Meski gagal menjadi Walikota, Akbar berjanji akan tetap menjalankan program Gerakan Peduli Sesama atau GPS. Program yang telah berjalan ini diharapkan tetap bermanfaat bagi masyarakat kendati dia tidak sebagai Walikota.