PALEMBANG,HS-Sebagian ruas jalananan yang menuju SD Negeri 3 Palembang yang belum di tinggikan mengalami kebanjiran. Hal ini diakibatkan perumahan 3 putri yang berada disekitaran sekolah, membuat timbunan perumahan baru di saluran pembuangan, sehingga air yang seharusnya bisa mengalir melalui saluran tersebut. Untuk saat ini tidak bisa mengalir dan juga hujan yang datang membuat air semakin banyak.

Kepala SD Negeri 3 Palembang Marlena mengatakan sebelumnya jalanan sekolah ini sebagian sudah di tinggikan dan sebagian lagi masih belum. Jadi semenjak ada penimbunan dari perumahan 3 putri ini, sebagian area jalanan sekolah mengalami kebajiran sampai batas lutut siswa kelas 1.
Ditambah hujan yang datang makanya air semakin banyak. “Ada 2 orang siswa kelas 1 kita, tercebur akibat terpeleset kedalam jalanan. Parahnya lagi air di sekitar sekolah bercampur dengan limbah tahu yang berwarna hitam pekat, belum lagi air ini juga sangat bau,” katanya.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar untuk meminta pihak pembangunan perumahan 3 putri tidak menutup saluran air. “Sempat kita dengar beberapa masyarakat melakukan demo, yang tidak lain untuk meminta agar dihentikan. Sebab bagian dibelakang sekolah dan beberapa rumah masyarakat pun ikut kebanjiran,” jelasnya.

“Untuk aktivitas sekolah sendiri pihaknya masih beraktivitas seperti biasa. Namun bagi mereka mau ke sekolahnya, diharapkan baik para guru, siswa dan tamu untuk melepaskan sepatu. Soalnya area jalanan sekolah masih tergenang air, dan kita juga menghimbau ahar berhati-hati jika melangkah. Lebar jalanan di sekolah sendiri hanya setengah nya.

Pihak sekolah berharap. Khususnya kepada perumahan yang ingin menimbun untuk dilihat dulu kondisi.

“Kalau sampai menimbun dan menjadikan area sekokah banjir, tentu saja diberikan solusi. Kasihan lihat anak-anak yang mau menuntut ilmu di SD Negeri 3, jadinya mereka tidak bisa berkonsentrasi karena akses menuju sekolah saja seperti ini,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu siswi SD Negeri 3 Palembang Ayu kelasnya didampingi gurunya menceritakan saat mau menuju sekolah pada hari Sabtu 9 September kemarin Ia sempat tercebur. “Setelah tercebur, saya pun menangis dan pakaiannya yang dikenakan ikut kotor, lalu setelah dibersihkan ibu guru saya pun diantar pulang oleh guru,” pungkasnya. (HSN).