Pembukaan Muscab II PPP Kabupaten PALI yang memutuskan Aka Cholik Darlin kembali menjabat Ketua DPC secara aklamasi.

Pembukaan Muscab II PPP Kabupaten PALI yang memutuskan Aka Cholik Darlin kembali menjabat Ketua DPC secara aklamasi.

PALI, HS – Aka Cholik Darlin SPdI MM, secara aklamasi kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Musyawarah Cabang (Muscab) II yang digelar Rabu (21/9) di Ponpes Al-Rozy, Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.

Muscab yang dihadiri oleh Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM tersebut juga dibuka secara resmi oleh KH Ahmad Zaini Husin Umrie selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sumsel. Selain itu, hadir pula beberapa petinggi parpol dan kelima PAC PP se-Kabupaten PALI.

“Hari ini DPC PPP menggelar Muscab ke II, dimana pada Muscab ke I pada saat itu digelar di Pendopo dibuka langsung oleh Penjabat Bupati PALI Heri Amalindo dan sekarang pun beliau ada di tengah-tengah kita dengan menyandang Bupati definitif. Ini menandakan PPP kita diakui legalitasnya di Kabupaten PALI,” kata Aka Kholik Darlin, Ketua DPC PPP PALI saat menyampaikan pidatonya.

Dijelaskannya bahwa dalam Muscab tersebut agenda utamanya adalah memilih pimpinan dan pengurus DPC PPP.

“Pada saat Pilkada PALI PPP pimpinan Djan Faridz, kami diperintahkan mengusung dan mendukung pasangan Heri Amalindo – Ferdian Andreas Lacony, dan siapa saja nanti yang terpilih menjadi Ketua DPC PPP PALI haram hukumnya untuk menentang program pemerintah pimpinan Heri Amalindo. PPP harus mendukung penuh bahkan apabila Heri maju ke Pilkada Gubernur, 100% kami akan dukung,” jelas Aka Kholik.

Aka Kholik juga menantang bagi siapa saja yang menganggap jelek Heri Amalindo dalam memimpin PALI, ia akan mengajak untuk berdiskusi.

“Sekarang ini, kita bisa rasakan pembangunan di PALI sangat luar biasa, jadi apabila ada yang menganggap jelak pak Heri, saya akan ajak diskusi, dari sisi mana jeleknya pak Heri,” tantangnya.

Anggota komisi I DPRD PALI ini juga menegaskan bahwa Muscab yang sah adalah yang digelar hari ini.

“Diluar Muscab hari ini, mohon maaf, itu harus dievaluasi. Karena kita punya keputusan MA yang jelas menyatakan bahwa PPP pimpinan Djan faridz adalah yang sah. Saya siap berhenti jadi Dewan apabila ini salah, tapi saya tidak akan pindah dari partai ini, karena saya dilahirkan bukan langsung besar seperti ini, tapi merangkak dari bawah, dari ranting partai,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati PALI Heri Amalindo menginginkan dalam Muscab kali ini tetap menjaga persatuan dan kesatuan di Bumi Serepat Serasan.

“Sesuai judulnya, musyawarah yang merupakan juga simbol kabupaten ini yaitu Serepat Serasan, dimana kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan agar di PALI tetap aman, damai dan nyaman demi terciptanya PALI Cemerlang Sumsel Gemilang,” pesan Bupati.

Ia juga mengatakan bahwa perselisihan dan beda pendapat merupakan hal yang biasa.

“Semoga perbedaan di internal partai ini cepat diselesaikan, karena beda pendapat adalah hal yang biasa, tapi yakinlah, badai pasti berlalu,” tukasnya.

Ditambahkannya bahwa dalam Muscab ini carilah pemimpin yang shidiq atau jujur, punya malu niscaya amanah.

“Saya lihat di judul Muscab ini, Satu PPP, PALI Cemerlang  Sumsel Gemilang, merajut silaturahmi melalui kepemimpinan shidiq, fathonah, tabligh dan amanah. Maka carilah pemimpin yang jujur dan punya malu, dan saya yakin kalau sudah memegang itu pasti amanah,” harapnya.

Di tempat sama,  Ketua DPW PPP Sumsel, KH Ahmad Zaini Husin Umrie menyatakan bahwa PALI merupakan Kabupaten pertama yang menggelar Muscab.

“Semoga kegiatan hari ini adalah ibadah, dan saya terharu melihat semangat kader PPP dan pembina partai politik yaitu Bupati PALI begitu perhatian. Kami berkomitmen, selama kebijakan pemerintah tidak bertentangan dengan ajaran agama dan untuk kepentingan umat, maka kami siap mendukung,” katanya.

Lebih lanjut Ketua DPW PPP Sumsel menyambut baik pelaksanaan Muscab digelar di Ponpes, karena PPP lahir dari ide para ulama.

“Partai ini lahir dari ulama-ulama, dan sangat tepat  dilaksanakan di Ponpes karena susuai dengan fitrah partai. Kita ketahui bahwa partai ini dalam masa ujian besar, tapi yakinlah, didalam kesulitan terdapat kemudahan, dan negara RI ini panglima nya adalah hukum, PPP Djan faridz memegang putusan MA, putusannya sudah inkrah,” tegasnya. (MAN)