Kasi Kesiswaan SD Disdik Kota Palembang Dareni, S.Pd.MM

PALEMBANG,HS – Merebaknya isu penculikan anak meresahkan para orangtua di kota Palembang. Terutama, mereka yang mempunyai anak yang duduk di bangku TK dan SD.

Informasi yang beredar dari mulut ke mulut maupun SMS, anak-anak yang diculik akan dijadikan tumbal untuk diambil organ tubuhnya.

“Sekarang saya khawatir karena ada isu penculikan. Sehingga perlu lebih waspada dan hati-hati agar selamat cucu saya,” terang salah seorang ibu, Hj. Nyayu Rohmawati, Rabu (22/3).

Menurut Rohma, sejak dulu dirinya selalu mengantar dan menjemput cucunya. Bahkan, kurang 30 menit jam pulang sekolah, ia sudah berada di parkiran sekolah untuk menjemput cucunya yang masih duduk di bangku SD.

“Terus terang saya takut adanya isu penculikan anak. Lebih baik meningkatkan kewaspadaan daripada menyesal kemudian, maklumlah anak-anak saya semuanya bekerja, makanya kalau bukan saya siapa lagi yang bisa mengawasi cucu saya, apalagi anak kecil mudah dibujuk, makanya kalau dijemput langsung bisa lebih aman, ” ujarnya.
Sementara itu, Untuk menghilangkan kehawatiran para orang tua membuat dinas pendidikan kota Palembang mengambil langkah antisipasi. Kendati belum ditemukan laporan, diknas kota Palembang bakal mengeluarkan surat edaran ke seluruh sekolah dasar yang meminta siswa wajib dijemput orang tua ini salah satu antisipasi terkait maraknya isu penculikan anak tersebut.
Kepala bidang TK/SD Bahrin, S.Pd.MM melalui Kasi kesiswaan SD , Dareni, S.Pd.MM mengungkapkan pihak sudah mengamati perkembangan isu yang ada, dimana keresahan di kalangan orang tua siswa sudah muncul.Inilah yang coba ditanggapi dengan segera mengeluarkan perintah sekaligus himbauan kepada sekolah untuk melakukan sosialiasi akan pengawasan kepada seluruh siswanya.
” Kamis surat edaran akan segera dibagikan, dengan memerintakan setiap UPTD menyampaikan keseluruh sekolah dibawah binaanya. Selain itu, himbauan telah lebih dulu kami sampaikan via pesan whastapp kepada setiap kepala sekolah,” jelasnya.
Lebih jauh, Dareni mengatakan, isi utama dalam surat edaran tersebut yaitu mengajak sekolah dan orang tua guru lebih mengawasi siswanya. Bagaimana orang tua harus menjemput anak setiap pulang sekolah, ataupun pihak sekolah yang akan menemani siswa sebelum dijemput orang tuanya.
” Kalau bisa sekolah dan orang tua buat bukti fiksi penjemputan, misalnya dengan membawa kartu atau absen yang hanya orang tua siswa bisa membawanya. Ini untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti penculikan atau anak dibawa orang tidak dikenal,” jelasnya.
Dareni pun menekankan, khusus kepada sekolah berada dikawasan pinggiran terutama yang rawan agar diperhatikan betul keamanan siswa. Begitu juga kawasan sekolah lain yang dinilai tidak rawan, tetap harus memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi siswa.
“Tingkatkan kewaspadaan terhadap gerak-gerik orang tak dikenal di sekitar sekolah. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, koordinasikan dengan kepolisian setempat,” terangnya.

Menurut Dareni bahwa untuk mengatasi kejahatan pada anak,maka seluruh unsur masyarakat yakni orangtua, tokoh masyarakat, pemerintah ikut andil di dalam  mengawasi, memantau dan menjaga anak terutama saat mereka pergi dan pulang sekolah. Dengan peran bersama ini maka kejahatan anak dapat teratasi. Namun andil keluarga merupakan hal yang sangat penting dalam mengawasi anak,karena anak lebih banyak bersama keluarganya.

“Untuk itu,kami berharap anak-anak dapat terus diawasi dan jangan membiarkan anak keluar malam. Apalagi pergi ke warnet untuk bermain game.Manfaatkan waktu magrib dirumah dengan membaca alquran,” pungkasnya (HSN)
.

.