Peserta PLKB sedang mempraktikan ilmu yang didapatkan dari petugas

Peserta LDU ini sudah melaksanakan tuganya di Kota Palembang ini selama 21 hari

PALEMBANG, HS – Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (Kabid KBKR), BKBPP Kota Palembang, Sri Yulia Ningsih, M,Kes, menyebutkan peserta Latihan Dasar Umum (LDU) Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) segera berakhir.

“Peserta LDU ini sudah melaksanakan tuganya di Kota Palembang ini selama 21 hari. Tinggal beberapa hari lagi, tugas mereka ini akan segera berahkir. Setelah melaksanakan praktek lapangan selama tiga hari, dan hari berikutnya mereka ini menseminarkan apa yang mereka dapatkan dan mereka kerjakan  di BKKBN Perwakilan Sumatera Selatan dan setelah itu para peserta ini pulang di daerah masing-masing,” ia menjelaskan, Sabtu (8/10).

Sri Astuti, salah seorang peserta pelatihan dari Unit Pelaksana Teknis Badan dan Keluarga Berencana (UPTB-KB) Kecamatan Tuboali, Kabupaten Bangka Selatan kepada HALUAN SUMATERA mengatakan, peserta LDU ini sudah melaksanakan tugasnya di Kota Palembang sudah berjalan 18 hari, tiga hari peraktek lapangan, paparan dan setelah itu pulang ke tempat asal masing-masing.

“Selama saya berlajar menjadi peserta LDU ini banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Selain dapat menguasi materi juga dapat memberikan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat. Karena selama saya menjadi petugas PLKB, kita selalu mengikuti senior saja. Dan system seperti itu, kurang banyak ilmu yang di dapatkan. Setelah kita praktik di Puskesmas Pembantu 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II. Kita akan menyimpulkan ilmu apa yang kita dapatkan selama tiga hari ini, akan kita seminarkan secara bersama dan setelah itu, tugas kita selesai sebagai perserta LDU dan kita pulang masing-masing,” ungkapnya.

Sedangkan Siti Khodijah, 37 tahun, mengatakan cukup bagus para peserta LDU menerangkan mengenai pemasangan steril yang ada di dalam dirinya. Karena steril itu sudah terpasang hampir satu tahun dan ada ke inginan untuk di cabut.

“Dengan keterangan yang di berikan oleh para peserta LDU ini, saya tidak ingin mencabut steril yang ada di dalam diri saya ini. Karena saya sudah punya anak tiga, sedangkan suami hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Aku dak galak lagi nak nambah anak, karena banyak anak itu susah untuk diberi makan. Dengan perekonomian yang rendah inilah aku tak ingin punya keturunan lagi,” katanya.

Kepala Pustu 32 Ilir, Wida, mengatakan, dengan adanya para peserta LDU ini untuk belajar di Pustu ini sangat membantu. Di satu sisi, para peserta ini bisa belajar dan di sisi lain, warga dapat terbantukan pemasangan alat kontrasepsi secara gratis.

“Kita menerima kedatangan para peserta LDU di Pustu 32 Ilir ini dan kita menyambut baik. Dengan adanya program ini, pasien dapat tertolong dan mereka mendapatkan ilmu di sini,” ujarnya. (UDI)