gubernur-sumsel-alex-noerdin

Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengajak wajib pajak (wp) memanfaatkan program pemerintah yang memberikan amnesti pajak dari 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017.

“Jika saya mempunyai aset di Singapura dan tidak pernah dilaporkan, maka pemberian amnesti pajak ini merupakan suatu berkah. Kapan lagi, dan negara memastikan ini untuk pertama dan terakhir kali, tentunya saya pasti duluan mendaftar,” kata Alex di Palembang, Senin.

Ia yang menjadi salah seorang pembicara pada acara sosialisasi amnesti pajak Ditjen Pajak Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, mengatakan bahwa momen amnesti pajak ini merupakan momen langka yang harus dimanfaatkan seluruh wajib pajak, baik bagi mereka yang memiliki aset bernilai kecil hingga yang bernilai triliunan rupiah.

“Yang punya uang kecil, silakan dan begitu pula yang punya uang besar. Semua harus berkontribusi demi pembangunan bangsa ini,” kata dia.

Ia menerangkan bahwa dana amnesti pajak ini akan digunakan untuk menutupi defisit anggaran terkait pembangunan infrastruktur.

Jika dari asumsi Rp4.000 triliun dana yang akan dide-clear dan direpatriasi maka akan ada Rp165 triliun yang bakal masuk ke negara dari sektor pajak yang akan langsung diserap pada dana APBN-P tahun ini.

“Jadi para pengusaha tidak usah ragu lagi, karena jika dana amnesti pajak ini diserap untuk pembangunan infrastruktur maka sejatinya pengusaha juga menikmatinya,” kata Alex.

Alex yang mengatasnamakan pimpinan daerah Sumatera Selatan pun mengajak para WP di Sumsel untuk tidak mengabaikan program ini mengingat pembangunan infrastruktur itu sangat berkaitan dengan daerah ini.

Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games ke-18 tahun 2018 melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur, yakni dua ruas jalan tol, Light Rail Transit (jalur kereta api dalam kota), Jembatan Musi VI dan Jembatan Musi IV, underpass, jembatan layang, pembangkit listrik, watertreatment, rumah sakit, dan wisma atlet.

Sebanyak Rp68 triliun dana diperkirakan akan masuk ke Sumsel dalam kurun waktu tiga tahun yakni 2015-2018.

“Jika tidak ada Asian Games maka mana mungkin dana Rp68 triliun masuk sekaligus dan waktu tiga tahun yang bersumber dari APBN. Jadi sudah sepatutnya, semua wajib pajak di Sumsel menyadari betapa pentingnya membayar pajak dan memanfaatkan momen amnesti pajak ini,” kata dia.

Apalagi, ia melanjutkan, bahwa negara telah memberikan payung hukum yang jelas bahwa data peserta wajib pajak menjadi suatu kerahasiaan dan tidak bisa dijadikan alat bukti institusi penegak hukum lain.

“Kapan lagi, hanya membayar tarif beban amnesti pajak, mulai dari 2 persen, 3 persen, dan 5 persen, tergantung dari periode pembayaran maka semua kesalahan masa lalu dilupakan dan tidak diungkit-ungkit lagi. Silakan pilih,” kata Alex.

Ia melanjutkan, atau wajib pajak memilih untuk menunggu setelah diberlakukannya sistem keterbukaan informasi keuangan sehingga tidak ada lagi aset yang dapat disembunyikan pada 2018 dengan denda hingga 200 persen.

“Oleh karena itu, saya mengimbau, mari semua memanfaatkan program pemerintah ini demi Indonesia yang lebih sejahtera lagi,” kata Alex.

Sosialisasi program amnesti pajak ini juga menghadirkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Hamid Ponco Wibowo, dan sekitar 250 pengusaha asal Sumsel.

Sumber : (ANTARA Sumsel)