PALEMBANG,HS – Dari hasil hitungan cepat atau Quick count dari lembaga survei Indonesia (LSI), pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Herman Deru – Mawardi Yahya mengungguli pasangan Dodi Reza Alex – Giri Ramanda, dengan selisih dua persen.

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumsel Partai Golkar, H. Alex Noerdin bahwa selisih tiga persen tersebut dikarenakan adanya potensi margin error, saat melakukan hasil hitungan cepat.

“Terakhir kalau tak salah selisih 3 persen. Jika margin of error itu plus minus 2, sehingga kalau ada yang nailk dua turun dua kurang 3 masih 1 selisihnya. kalau sama-sama dua, dua jadi 4 ditambah 3 ada selisih  7,”  katanya saat ditemui di kediamannya di merdeka, Rabu Malam (27/6).

Untuk itu, daripada semua pihak hanya menebak-nebak siapa yang menang lebih baik sekarang menunggu hasil dari real count saja dan itu jelas resmi dari KPU.

“Sekarang mending kita lihat real count saja dari KPU yang resmi. Kalau untuk jadwalnya sendiri, saya belum tau,” kata Alex.

Apalagi saat ini seperti yang ada di daerah perairan belum masuk semuanya. Jadi lebih baik saat ini untuk menunggu saja real count dari KPU yang resmi.

“Guna dari Quick Qount itu juga itu untuk mengontrol suara, ada permainan atau tidak. Misalnya dalam real count ada selisih 10 persen itu ada sesuatu yang salah. Jadi sekali lagi daripada menebak-nebak, lebih baik kita tuggu yang resmi,” jelas Alex.

Lebih lanjut, saat ditanyai terkait quick count, khususnya hasil suara Dodi-Giri di Kota Palembang yang kalah. Alex pun sempat terkejut dan tak mau banyak berkomentar.

“Kaget juga, tapi aku dak bisa jawabnya,” singkat Alex.

Sementara itu, calon wakil Gubernur nomor urut empat Giri Ramanda mengungkapkan dari hasil survei memang kurang unggul dengan selisih tiga persen dan di survei Charta politika unggul tipis 0.2 persen.

“Kita kurang unggul tiga persen di hitung cepat dari pasangan nomor satu, tapi ini kan hanya hitungam sementara, maka dari itu masyarakat harus bersabar menunggu hasil dari perhitungan KPU,”jelasnya.

saat ditanyai apakah pihaknya menemui kecurangan, ia mengaku tim nya sudah menemukan hal itu dan langsung meminta kepada tim advokasi untuk segera menginventarisir kecurangan tersebut.

“Calon yang lain juga akan melaporkan kecurangan, maka kita akan segera meminta kepada tim advokasi untuk menginventarisir kecurangan itu, seperti saat masa tenang ada yang bagi alat kontak, maka akan kita laporkan ke bawaslu dan panwaslu,” tutupnya