PALEMBANG,HS – Kasus pengrusakan Kapel Santo Zakaria yang menjadi tempat ibadah umat kristen di Dusun II Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir yang dirusak oleh 6 Orang Tak Dikenal (OTD), Rabu (7/3/2018) pukul 00.30 WIB ditanggapi langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin.

Alex mengatakan pengrusakan yang dilakukan oleh beberapa oknum yang belum diketahui identitasnya tersebut adalah tindakan kriminal. Selain itu, kasus ini sudah mendapat perhatian dari tim dari Kapolda Sumsel.

“Kasus ini murni kriminal. Pak Kapolda sudah memberikan penjelasan soal ini dan dan telah melakukan pengejaran. Saya meminta masyarakat yang merupakan warga Asli Sumsel dan semua yang bermukim mencari makan di sini untuk menjaga kerukunan bersama,” kata Alex.

Dari laporan para pemuka agama yang ada di Ogan Ilir dan selama ini kondisi keberagaman sangat terjaga sejak 1985. Kapel yang telah berdiri sejak dari tahun 2000 tersebut membawahi 60 Jamaah di wilayah Rantau Alai.

Selain itu, Alex menghimbau kepada kepala daerah beserta jajaran aparat keamanan untuk terus menjaga kondusifitas untuk semua masyarakat.

“Sebagai gubernur dan sebagai masyarakat Sumsel saya meminta untuk menjaga kondusifitas. Kita selama ini selalu bangga dengan Zero conflict dan itu terbukti, mari kita berjaga,” ungkapnya di Griya Agung.

Sementara itu, Ust Hendra Zainuddin dari Forum Keberagaman Umat Beragama (FKUB) juga meminta kepada semua masyarakat untuk menahan diri dan tidak perlu dibesar-besarkan terkait masalah ini.

“Selama ini kita sudah rukun dan Sumsel sudah terkenal dengan Zero Conflict. Mari kita jaga bersama kerukunanan ini dan tidak terpacing dengan oknum-oknum yang akan memecah bela masyarakat Sumsel karena kita sebentar lg akan mengadakan dua Event besar yakni Pilkada serentak dan Asian Games,” pungkasnya.