PALEMBANG,HS  – Penetapan status tersangka kepada Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK beberapa waktu lalu, tak akan mempengaruhi kebijakan politik di Sumatera Selatan.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, H Alex Noerdin saat dimintai komentarnya, Jumat (21/7/2017).

Mengingat, Golkar di Sumatera Selatan mempunyai porsi kader kepala daerah pemenang cukup banyak. “Patah satu, tumbuh dua, kader (Golkar,red) masih banyak,”kata dia.

Belum lagi, provinsi ini akan menghadapi pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak di tahun 2018. Hingga kini, kata Alex, gak ada (pengaruhnya,red), ditetapkan (tersangka,red) disana bukan disini.

Selain itu, dalam menghadapi pilkada mendatang, Golkar Sumsel mengaku tetap siap, meski ada kasus yang menimpa ketua umumnya di Jakarta. Dan, salah satu partai tertua di Indonesia ini mengklaim banyak kader siap. “Partai Golkar (kader,red) selalu siap,”jelasnya.

Partai berlambang pohon beringin tersebut, masih menunggu keputusan DPP (Dewan Pertimbangan Pusat), dan masih mengedepankan azas praduga tak bersalah. “Keputusan DPP sampai saat ini tetap praduga tak bersalah,”kata dia.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Senin (17/7/2017).

Lembaga anti rasuah tersebut, telah menemukan dua bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status politikus Golkar itu menjadi tersangka.

Setya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan karena jabatannya. Perbuatannya mengakibatkan negara rugi Rp 2,3 triliun.

Atas perbuatannya, Setya Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(MDN)