PALEMBANG,HS – Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin Menyampaikan, Untuk mengembalikan kondisi lahan pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel dibutuhkan dana yang besar dan diprediksi sekitar 2,7 miliar USD untuk merestorasi satu juta hektar lahan di Sumsel. Dimana dana tersebut meliputi pelaksanaan konservasi dan pemulihan.

“Dana ini sangat besar tak mungkin dapat dialokasikan dari APBD, karena itu butuh dukungan dari institusi baik nasional maupun internasional,” kata alex digriya agung jumat (10/5),

Ia juga mengatakan, Sejauh ini untuk permulaan awal, pihaknya telah mengumpulkan enam institusi nasional dan internasional dalam usaha untuk membentuk program pengelolaan bersama, dimana hampir menerapkan 21 juta USD di wilayah Sumsel dan dana tersebut digunakan sebagai kinerja dasar Namun, anggota manajemen sebagian besar terbatas pada isu, lokasi dan kerangka waktu yang spesifik dan membutuhkan komitmen jangka panjang.

“Sekarang semua sudah dipetakan setiap lokasi yang akan direstorasi termasuk lokasi sepucuk, jadi para institusi langsung dapat bekerja,” terangnya.

Lanjutnya, Untuk memenuhi dana yang kurang tersebut Pemprov Sumsel juga mengusulkan untuk mendirikan lembaga pendanaan berkelanjutan dimana dana tersebut akan digunakan untuk mendukung rencana pembangunan strategis provinsi terkait serta mendukung program restorasi nasional ditingkat provinsi,

“Dengan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, kami dan provinsi lain di seluruh Pulau Sumatra bersama-sama Aliansi diharapkan mampu mencapai tujuan tersebut,” jelasnya (MDN)