PALEMBANG,HS – Kepolisian Daerah Sumsel Beberapa waktu lalu menangkap 24 warga negara asing (WNA) ilegal dan diserahkan ke pihak imigrasi

Menanggapin hal tersebut, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, mengatakan, ditangkapnya WNA ilegal yang merupakan pekerja LRT ini tidak akan menganggu pembangunan LRT.

Menurut Alex, WNA asal Tiongkok ini bukanlah ilegal melainkan masalah kelengkapan saja yang kurang. Karena itu, WNA ini tidak akan dideportasi tapi harus melengkapi dahulu dokumentasinya,

“Ya, pembangunan LRT ini akan selesai pada 2018 jadi tidak akan berpengaruh adanya penangkapan WNA yang merupakan pekerja LRT ini,” singkat Alex saat diwawancarai wartawan dipemprov sumsel senin (31/7/2017),

Sebelumnya, Kapolda Sumsel, Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, ada 24 yang ditangkap Polda Sumsel yang merupakan warga negara Tiongkok yang bekerja sebagai pegawai Light Rail Transit (LRT).

Ke 24 WNA dianggap ilegal ini dikarenakan dokumen atau visa yang bersangkutan tidak sesuai hanya memiliki visa untuk wisata bukan untuk bekerja.

“Kalau dokumennya lengkap itu tidak masalah tapi ini tidak lengkap,” katanya

Sebagai pihak kepolisian tentunya punya kewenangan hanya untuk menangkap namun untuk tindaklanjut akan diserahkan kepada imigrasi.

Menurutnya hal yang sama juga dilakukan di negara luar. Jika WNI tidak memiliki dokumen yang sesuai tentu saja akan ditangkap.

“Kami bekerja sesuai dengan payung hukum karena itu kami berhak melakukan penangkapan WNA ilegal ini,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, ke-24 WNA yang masih diperiksa di Kantor Imigrasi Kelas I Palembang tersebut yakni Li Xuan, Zhao Jia Ming, Hu Jian Yun, Luo Peng Gang, Ren Chen, Li Wen He, Duan Feng, Qin Gang, Deng Zong, Xue Ming Liang, Mao Ming, Wang Peng.

Selanjutnya Xu Tai Ming, Zhang Zhi Dong, Gu Shu Ping, Li Dong Dong, Chen Xi, Qu Huan, Zhang Jian Zheng, Zhou Xi Zhi, Chang Shi De, Xiao Xiao Ying, Chen Pei Li dan Zheng Jiang Rui. (MDN)