Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl (kiri) bersama Asisten Pelatih Wolfgang Pikal.

Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl (kiri) bersama Asisten Pelatih Wolfgang Pikal (kanan).

SLEMAN, HS – Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia Alfred Riedl menyebut jika anak asuhnya kurang beruntung saat ditahan imbang Vietnam pada laga ujicoba internasional yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (9/10).

Pada laga tersebut Indonesia harus tertinggal lebih dulu melalui gol Le Van Tang saat pertandingan berjalan empat menit, kemudian ditambah oleh Vu Minh Tuan pada menit ke-12, sementara gol Indonesia dilesakkan Zulham Zamrun serta Irfan Bachdim.

(Baca: Sempat Tertinggal 2 Gol, Indonesia vs Vietnam Berakhir Seri)

“Di babak kedua kita lebih menguasai pertandingan, kalau kami lebih beruntung sedikit saja, mungkin bisa memenangi pertandingan. Saya rasa ini laga jauh lebih sulit daripada ketika melawan Malaysia. Tidak cuma karena kondisinya, tapi secara kualitas juga lebih baik,” ujar Riedl seperti dilansir dalam laman resmi PSSI, Senin,(10/10).

Pelatih asal Ausria ini mengaku jika pada awal laga anak asuhnya bermain lambat, sehingga para pemain Vietnam mampu unggul dua gol lebih dulu. Beruntung skuad Garuda mampu bangkit dan menyamakan kedudukan.

“Hasil imbang ini sudah adil kara para pemain mengawali pertandingan agak lambat, namun kami mampu bangkit dan menyamakan kedudukan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini timnas Garuda belum menemukan starting eleven yang ideal, sehingga pelatih yang pernah membawa Indonesia runner-up di Piala AFF ini berencana akan kembali menggelar Training Centre (TC) untuk lebih mematangkan tim.

“Kami masih mencari-cari susunan starter tebaik. Oleh karena itu, kami belum terlalu peduli soal hasil di pertandingan ini. Selanjutnya kami berharap bisa TC di Karawaci mulai tanggal 19 atau 20 Oktober sampai 1 November,” tuturnya.

Indonesia sendiri nantinya masih akan kembali menggelar ujicoba melawan Myanmar pada tanggal 4 November, kemudian dilanjutkan melawan tuan rumah Vietnam di Hanoi tanggal 8 November. (AND)