Harnojoyo Walikota Palembang menggelar copymorning di rumah

Harnojoyo Walikota Palembang menggelar acara coffe morning bersama Asosiasi Wisata Travel Sumatera Selatan belum lama ini

PALEMBANG, HS – Sektor pariwisata di Palembang dinilai masih belum berkembang. Banyak faktor penyebabnya, antara lain kurang promosi dan konsep pariwisata yang belum begitu jelas. Pernyataan itu dikemukakan Ketua Asosiasi Wisata Travel (Asita) Sumsel, Anton Wahyudi, di acara coffe morning yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Palembang, di rumah dinas walikota Palembang, belum lama ini.

Menurut Anton Wahyudi, Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Akan banyak kontingen dan wisawatan dari luar negeri yang akan datang.  karena itu, ujar Wahyudi, konsep destinasi pariwisata Palembang harus jelas dan mana yang harus diprioritaskan.

“Kontingen yang akan datang saat Asian Games nanti akan memerlukan destinasi pariwisata di Palembang di mana,” ujarnya.

Ia berkata, pengembangan pariwisata yang ada harus diupayakan agar orang tertarik, tidak hanya singgah saja namun juga berkeliling. Sebab itu, Pemkot Palembang harus bersiap dari sekarang. Segera menyiapkan konsep, mendata dan membenahi tempat-tempat wisata yang akan dikembangkan untuk menyongsong Asian Games 2018.

Bila perlu, kata Wahyudi, Pemerintah Kota Palembang  dapat menggandeng pihak ketiga untuk mengelola tempat-tempat wisata yang ada, seperti pengelolaan Pulau Kemaro.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Sumsel, Ahmad Yani, mengatakan, pihaknya siap membantu memfasilitasi pemkot dan swasta dalam pembangunan bidang kepariwisataan. Apalagi sosialisasi dan promosi yang maksimal menjadi kunci peningkatan wisatawan ke Palembang.

“Hal yang harus dikembangkan di Palembang untuk persiapan ajang olahraga internasional itu, yakni infrastruktur yang difokuskan di Jakabaring Sport City, selanjutnya promosi wisata daerah,” ujarnya.

Ia menyakinkan, momen  Asian Games dapat dimanfaatkan pelaku usaha bidang wisata dan travel untuk mengembangkan bisnis mereka. Asalkan Pemkot Palembang membuka diri kepada swasta agar usaha perjalanan wisata bisa mendukung program peningkatan pendapatan daerah di sektor pariwisata.

“Kami siap menjembatani Pemkot dan swasta dalam pembangunan bidang kepariwisataan,” kata Yani.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, ada tiga konsep pengembangan pariwisata yang akan dikembangkan oleh Pemkot Palembang, yaitu wisata kuliner, wisata ziarah dan wisata sungai.

“Wisata sungai akan lebih diutamakan, wisata sungai ini akan terintegrasi nantinya dengan Pulau Kemaro. Selesai GMT (Gerhana Matahari Total, red) pengunjung dari luar kota dan luar negeri itu langsung terbang kembali ke negaranya. Kita rugi di sini. Karena itu, sudah saatnya kita berupaya agar pengunjung bisa menikmati destinasi wisata yang kita kembangkan,” kata Harnojoyo.

Soal saran agar Pemkot Palembang bekerja sama dengan pihak ketiga, Harnojoyo menyebutkan, tentu akan jadi pertimbangan.

Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Investasi, Sudirman Tegoeh, menyebutkan, pemerintah kota terus berupaya mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di kota ini.

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus pembangunan ekonomi yang ingin diwujudkan pemkot beberapa tahun ke depan.

“Pariwisata adalah sektor yang memiliki pengaruh pada sektor lain termasuk ekonomi kreatif yang digalakkan masyarakat. Lantaran itu, pemerintah kota menjadikannya sektor utama untuk mensejahterakan warga,” jelasnya.

Sudirman berpendapat, ekonomi kreatif dan pariwisata bisa berjalan jika swasta atau pihak ketiga terlibat aktif.

“Mengandalkan pemerintah saja tidak cukup, karena pemerintah punya keterbatasan. Misalnya, dari sisi pendanaan,” ujar Sudirman.

Sudirman menerangkan, ada tiga faktor yang mempengaruhi yakni infrastruktur, sumber daya manusia, dan regulasi. Untuk regulasi, pihaknya sudah ada keberpihakan karena sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi visi dan misi pembangunan kota ke depan.

Bahkan, Palembang akan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mengenalkan lokasi wisata di Palembang. Sementara untuk infrastruktur akan digenjot mulai 2016 melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan format bagi hasil, BOT hingga penyertaan modal.

Untuk diketahui, di kota perdagangan dan jasa ini ada banyak objek pariwisata menarik. Antara lain Sungai Musi, Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Monpera, Kawah Tengkurep, Kampung Kapitan, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, dan Pulau Kemaro. (UDI)