Andri Winata
PALEMBANG, HS – Bergerak atau tergantikan? Kesederhanaan, namun penuh sejuta makna. Itulah rumus perjuangan yang selalu diyakini Andri Winata SE, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Pemuda PERINDO Sumatera Selatan.

Tanpa bergerak maka kita akan tergantikan. Sebagai pemuda generasi penerus bangsa tentu harus memiliki kontribusi dalam pembangunan bangsa khususnya Sumsel.

“Ya, kita harus terus bergerak atau tergantikan. Kalau kita meyakini seorang anak muda, organisasi adalah senjata utama dalam melatih kemampuan kepemimpinan mereka,” cetus Andri.

Andri adalah sosok pemuda enerjik dan memiliki segudang pengalaman. Meskipun demikian pria yang dilahirkan di Palembang, 29 Mei 1988 sangat sederhana dan ramah. Pengalaman hidupnya yang amat inspiratif patut untuk disimak, terlebih bagi para pemuda.

Ia kecil dididik dari keluarga yang menekankan kedisiplinan dan kesahajaan dalam segala hal. Andri mengeyam pendidikan dasarnya di SD Negeri 98 Palembang. Kemudian, melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Palembang. Pria yang merupakan anak dari H Sunardi Achmad dan Hj Nelly Badariah (Almh) kemudian melanjutkan ke pendidikan di SMA Negeri 1 Palembang.

Andri salah satu pendiri dari organisasi Himpunan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Kampus Palembang, Universitas Sriwijaya kala masih aktif sebagai mahasiswa.

Di sinilah bakat dalam bidang organisasinya menonjol. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang suka bicara dan bergaul dengan siapa saja tanpa sungkan-sungkan dengan tidak mempedulikan golongan apapun.

Sosok Pemuda yang bersahaja bahkan aktif diberbagai organisasi diantaranya adalah Forum Silaturahmi Mahasiswa ESQ, Pengurus Lembaga Unit Pengendalian Zakat, Pengurus KNPI kota Palembang serta KNPI Sumsel.

Selama ia menjabat menjadi Ketua Pemuda PERINDO Sumsel. banyak hal yang telah ia torehkan diantaranya berkaitan dengan pergerakan dan sosial. Ia menyakini bahwa ia tak pernah sendirian, semua ini dilakukan atas dasar kebersamaan keluarga Pemuda PERINDO.

Suami dari dr Zahnas Putri Jana Adinegara ini dalam kesehariannya memang seorang yang yang sangat peduli dengan anggotanya, ia selalu mengajarkan pada setiap rekan-rekan organisasinya tentang arti disiplin dan kejujuran. Tidak hanya itu, dia juga memberikan contoh atau teladan yang baik untuk para anggotanya, dengan cara selalu terlibat dalam setiap kegiatan.

“Tergerak lagi untuk bergabung ke dalam organisasi ini. karena kita punya pandangan kalau pemuda itu harus punya kontribusi terhadap masyarakat.

Andri pun menjelaskan banyak sekali manfaat dari berorganisasi, diantaranya adalah mampu menambah jaringan pertemanan, memiliki teman dari berbagai latar belakang dan tentunya itu berimbas juga dalam masalah pekerjaan, karena banyak hal yang bisa dilakukan.

Lulusan Fakultas Ekonomi Unsri ini jega sosok yang memiliki jiwa wirausaha. Menurutnya, dengan berwirausaha dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa, diantaranya membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.

“Salah satu cara kita berkontribusi untuk bangsa adalah berwirausaha, karena kita membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, kita hidup mempunyai manfaat bagi orang lain,” jelas ayah dari Ahmad Asyraf Alghathaf.

Dirinya pun mengharapkan agar pemuda-pemuda Indonesia khususnya di Sumsel untuk mengikuti jejaknya sebagai wirausaha, selain mampu berkontribusi memajukan negara, tentu juga dapat membantu orang lain.

Dia berharap agar para pemuda bisa bergabung dalam organisasi Pemuda PERINDO, karena pemuda merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangasa, kader masyarakat, dan kader keluarga.

Maksimalkan Potensi Pemuda

Generasi muda memiliki peranan penting dalam membangun bangsa, dengan demikian Pemuda PERINDO sebagai organisasi kepemudaan berkomitmen untuk memaksimalkan potensi pemuda melalui beberapa program.

“Peran pemuda dalam membangun bangsa tentu bisa dilaksanakan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara mencegah atau mengurangi,” ujar Andri.

Andri mencontohkan salah satu masalah yang dihadapi pemuda Indonesia adalah tingginya pengguna narkoba. Tentu ini akan merusak masa depang pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa.

“Kita tahu narkoba sangat berbahaya, bukan hanya di kalangan pemuda, akan tetapi hampir semua kalangan bisa terjerat,” ungkapnya.

Melihat tingginya pengguna narkoba di indonesia, maka Pemuda PERINDO berencana akan melakukan kerjasama dengan pihak Kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan penyuluhan anti narkoba ke daerah.

“Maka dari itu sebagai pemuda tentu harus menjadi yang terdepan untuk mencegah pengaruh narkoba, baik di kampus sekolah, maupun di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Program lain yang menjadi prioritas Pemuda PERINDO adalah gerakan satu juta buku. Seperti diketahui minat baca buku di Indonesia sangat rendah, sehingga melalui program yang akan diselenggarakan ini mampu meningkatkan minat baca buku khususnya daerah yang terpencil.

“Itu akan kita gerakkan dalam satu periode kepengurusan kita, dimana nantinya satu juta buku itu akan kita distribusikan ke daerah-daerah di sumsel ini,” katanya.

Ia berharap, melalui program yang digerakkan oleh Pemuda PERINDO akan melahirkan generasi-generasi muda yang berwawasan luas, karena buku merupakan jendela dunia.

Selain itu, dalam waktu dekat Pemuda PERINDO juga akan menyelenggarakan Liga Futsal dimana akan diikuti 24 tim yang berasal dari Kabupaten Kota yang ada di Sumsel, dimana yang keluar sebagai juara nantinya akan menjadi wakil dari Sumsel yang akan diikutkan di Nasional.

“Nanti akan ada Liga Futsal tanggal 21 hingga 23 Oktober 2016 yang akan digelar di Palembang,” bebernya. (AND)