Kondisi truk yang menabrak rumah warga dan terbalik hingga mengakibatnya tumpahnya muatan batubara.

Kondisi truk yang menabrak rumah warga dan terbalik hingga mengakibatnya tumpahnya muatan batubara.

PALI, HS – Truk angkutan batubara (Angbara) PT Energate Prima Indonesia (EPI) kembali menyeruduk rumah warga. Kali ini, yang menjadi korban amukan angbara dengan plat nomor polisi BG 8276 DE adalah rumah milik Ibnu Hasan dan Budiman. Keduanya warga Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sedikitnya pagar rumah kedua warga tersebut hancur, dan rumah milik Ibnu Hasan mengalami keretakan di sejumlah dinding. Satu pagar yang hanya terbuat dari kawat dan kayu, sedangkan pagar rumah Budiman terbuat dari beton.

Kejadian berlangsung, Senin malam (28/11) sekitar pukul 22.00 WIB. Pada saat itu, angbara yang dikemudikan oleh Jones warga Dewa Sebane itu mengalami mati mesin ketika hendak menaiki tanjakan yang tidak jauh dari rumah kedua korban.

Akibat muatan yang terlalu berat, sang sopir tidak bisa mengendalikan mobil yang sudah mundur. Akibatnya, mobil pun oleng dan menabrak pagar milik kedua korban. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Sedangkan batubara berhamburan keluar.

“Pas mobil itu tebalik dan menabrak pagar, ada bunyi bedegup besar. Dan tanah bergetar. Ternyata ketika dilihat, mobil angbara telah menabrak pagar rumah aku dan pagar Budiman,” jelas Ibnu Hasan kepada SN, Selasa (29/11).

Akibat insiden itu, Ibnu Hasan dan Budiman sepakat untuk meminta ganti rugi kepada perusahaan.

“Kami idak bakal nuntun yang aneh-aneh. Kami cuma pengen ganti rugi bae, apolagi liat dewek kondisi rumah aku sudah retak dan pintu dua kamar mengalami pergeseran. Dan pagar kami sudah rusak parah,” sambung Ibnu Hasan seraya menunjukkan kondisi rumahnya yang retak.

Sementara itu, Kepala Desa Benuang Remi Redinda, SH menuturkan jika kejadian yang menimpa warganya ini bukan kali ini saja.

“Sudah sering memang kejadian seperti ini. Sebelumnya juga ada rumah warga Benuang yang terkena serudukan angbara. Kami juga jadi was was sekarang, takutnya kejadian ini terulang lagi,” tambahnya.

Dirinya juga meminta kepada pihak transportir untuk bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Katanya masalah ini menjadi tanggung jawab perusahaan transportir. Jadi saat ini kami sedang menunggu mediasi dari perusahaan transportir,” ujar Kades.

Di tempat yang sama, Jabat, Field Manager PT EPI menegaskan jika pihaknya dalam hal ini hanya sebatas mediasi saja.

“Ini merupakan masih menjadi tanggung jawab dari pihak transportir, karena PT EPI sendiri hanyalah yang punya dermaga. Soal dalam perjalanan dari tambang batubara menuju dermaga PT EPI itu tanggungjawab pihak transportir,” tutur Jabat.

Sampai berita ini diturunkan, antara korban dan pihak transportir sedang dalam negoisasi ganti rugi yang berlangsung di rumah Ibnu Hasan dengan dihadiri Kades Benuang, pihak perusahaan transportir dan kedua korban. (MAN)