truck-batubara-hs

MUARAENIM, HS – Ketika ratusan massa dari lima kabupaten dan kota di Sumsel meminta ketegasan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menyetop angkutan batubara yang melewati jalan umum (Baca: Pemprov Sumsel Diminta Tegas Stop Anggkutan Batubara),  (Rabu, 7/9), truk batubara kembali menelan korban jiwa.

Kali ini korbannya adalah, Angga Prayida (19), warga Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim. Korban ditabrak hingga tewas oleh truk batubara yang melintas di Jalan Raya Muaraenim-Palembang.

Karena tidak ada pertanggungjawaban baik dari supir maupun pengusaha batubara, akhirnya keluarga besar korban bersama warga Desa Tanjung Raman, melakukan aksi penghadangan dan penyetopan truk batubara sejak Rabu (7/9) sekitar pukul 21.00 WIB.

Hingga akhirnya, Kamis (8/9), perwakilan perusahaan batubara dari Transportir Angkutan Batubara EPI (ABE) yang diwakili Diansyah, Ilham Syahri, dan I Gede Adi melakukan pertemuan dengan orangtua korban bernama Ponidi di Desa Tanjung Raman yang diwakili oleh Junaidi.

Pertemuan ini turut dimediasi oleh Kepala Desa Tanjung Raman, Jalili A Ma, Kasat Binmas Polres Muaraenim, AKP Didi Setiadi, Kasatres Narkoba, AKP Alhadi A SH, dan Kapolsek Gunung Megang, AKP Biladi Ostin SKom SH.

Dari hasil pertemuan tersebut, perusahaan bersedia bertanggung jawab dan memfasilitasi keluarga yang menjadi korban, dengan membuat surat perjanjian di atas materai yang disaksikan perangkat Desa dan aparat keamanan.

Perwakilan keluarga korban Junaidi, meminta pertanggungjawaban ke perusahaan ABE dengan nilai sebesar Rp 150 juta rupiah, namun perusahaan ABE yang diwakili Diansyah baru menyanggupi sebesar Rp 60 juta rupiah karena untuk lebih dari itu akan dikonfirmasi dahulu dengan pemilik perusahaan.

Karena belum ada kesepakatan, perundingan akan dilanjutkan kembali. Namun pihak Asosiasi Batubara ABE untuk sementara membantu biaya penguburan dan untuk biaya yang lain akan ditentukan kembali. Dan selama belum ada kesepakatan masyarakat akan terus melakukan aksi penyetopan angkutan batubara.

Sementara itu Kapolres Muaraenim, AKBP Hendra Gunawan melalui Kapolsek Gunung Megang, AKP Biladi Ostin, membenarkan adanya aksi tersebut, dan sudah dilakukan mediasi antara keluarga korban dan pihak perusahaaan ABE.

Karena belum ada titik temu, pertemuan akan dilanjutkan lagi secepatnya. Dan sebelum ada kesepakatan warga  akan meneruskan aksi penyetopan angkutan batubara.

“Selama proses tersebut kita akan terus melakukan monitoring. Saat ini, situasi kondusif,” ungkap kapolsek. (EDW)