PALEMBANG,HS – Penggerbakan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya Dan Polresta Palembang diwarnai insiden terhadap jurnalis pada saat meliput penggerbakan tersebut.

Seorang personel Polda Metro Jaya menghapus semua foto dan video penggerebekan dari handphone wartawan.

Hal tersebut dialami Sri Hidayatun, salah satu wartawan media cetak di Palembang. Peristiwa itu terjadi saat Sri bersama enam wartawan lain sedang melakukan peliputan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Bungaran I, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Rabu (10/5).

Para wartawan menuju lokasi mengendarai mobil. Lantaran khawatir kehilangan momentum, Sri mengambil foto sekaligus video penggerebekan dari dalam mobil begitu tiba di lokasi.

Ternyata aksinya diketahui salah satu anggota polisi yang mengaku dari Polda Metro Jaya. “Hei, kamu lagi ngapain? Kenapa ambil-ambil foto,” kata Sri menirukan teriakan anggota kepolisian tersebut.

Sambil tergesa-gesa, anggota yang tidak diketahui namanya itu menuju mobil wartawan dan menghampiri korban yang duduk di bagian depan. Anggota itu langsung merampas HP Sri dan menghapus semua foto dan video penggerebekan.

“Saya turun dari mobil, waktu itulah anggota itu hapus semuanya. Saya tidak bisa apa-apa karena takut,” ujarnya.

Sri mengaku menyesalkan perlakuan kasar dari anggota kepolisian. Hal itu juga bertentangan dengan Undang-undang Pers yang melindungi kebebasan dan profesionalitas jurnalis.

“Polisi itu jelas menghalangi kerja wartawan. Saya tidak terima diperlakukan seperti itu,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait insiden ini.(MDN)