Kondisi sosis yang dibeli Anies di salah satu warung di Kabupaten PALI.

Kondisi sosis yang dibeli Anies di salah satu warung di Kabupaten PALI.

PALI, HS – Hati-hati dalam membeli makanan kemasan dan cepat saji. Salah-salah, kondisinya bisa seperti makanan satu ini. Dimana Anies (24) warga Talang Miring, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI dikejutkan ketika melihat sosis yang dibelinya ternyata sudah terdapat ulat belatung.

Anies membeli sosis yang terbungkus plastik warna oranye itu di salah satu warung di wilayah Talang Subur kelurahan Talang Ubi Selatan, kemarin (23/11).

Betul saja, ketika dibuka sosis itu sudah lembek dan ada ulat belatung di dalamnya.

“Aku belinyo di warung biaso di Talang Subur tempat belanjo. Untuk kadaluarsanya ditulis bungkus itu memang masih tiga bulan lagi, terus jugo bungkusnyo masih rapi. Tapi ternyata sosisnyo sudah lembek dan ada ulat belatung yang masih hidup. Baunyo jugo sudah menyengat pas dibuka,” tutur Anies, Rabu (23/11).

Anies juga menghimbau kepada masyarakat yang punya anak kecil untuk hati-hati ketika membeli makanan kemasan seperti sosis.

“Ini jadi pembelajaran untuk masyarakat di PALI agar berhati-hati ketika membeli makanan kemasan. Teliti dulu, siapa tahu sudah tidak layak dikonsumsi lagi. Dan kepada pemerintah diharapkan segera lakukan inspeksi mendadak (sidak), melihat untuk di PALI sudah sangat menjamur jualan sosis,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, dr Eni Zatila MKM menghimbau masyarakat untuk cerdas dalam memilih makanan kemasan yang dijajakan di warung-warung.

“Mulai saat ini masyarakat harus bisa dibiasakan menjadi konsumen cerdas. Bahkan, mulai dari anak-anak pun harus diajarkan menjadi konsumen cerdas seperti cek terlebih dahulu tanggal kadaluarsanya, kemudian kemasannya rusak atau tidak, kemudian bau dan rasanya perlu diperhatikan juga,” beber dr Eni Zatila, Rabu (23/11).

Mantan Dirut RSUD Talang Ubi ini juga menghimbau kepada masyarakat agar ketika mendapati makanan kemasan yang sudah kadaluarsa untuk melaporkan hal ini kepada pihaknya.

“Kalau ada laporan yang jelas dari masyarakat, kita bisa tindak lanjuti, bisa jadi akan sidak ke warung dan toko-toko di PALI. Karena, kita juga tidak ingin masyarakat jadi korban akibat makanan kemasan yang kadaluarsa. Untuk itu mohon kerjasamanya kepada masyarakat PALI agar segera melaporkan masalah ini biar tidak terjadi lagi dan memakan korban di lingkungan warga PALI,” tandas dr Eni Zatila. (MAN)