Foto: IST

PALEMBANG, HS – Jumlah anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) diperkirakan anak meningkat saat memasuki Ramadhan. Apalagi di wilayah mentropolis seperti kota Palembang, akan terdapat banyak anjal dan gepeng dadakan, menjelang pelaksanaan Asian Games 2018.

Untuk mengantisipasi kemungkinan itu, Dinas Sosial akan mekakukan pengamanan penuh selama 24 jam. Tim Penjangkauan Dinas Sosial bakal melaksanakan operasi dengan menerapkan empat shift.

“Ketika Ramadhan jumlah anjal dan gepeng pasti bertambah. Mereka bukan warga asli Palembang dan berasal dari Kabupaten/kota di wilayah perbatasan,” ungkap Kepala Dinas Sosial Palembang, Heri Aprian.

Heri menerangkan, dengan bertambahnya shift, maka ada penambahan personil dan tim. Jika sebelumnya ada 27 personil yang khusus melakukan penjangkauan, maka akan ditambah lagi sembilan personil untuk tambahan shift.

“Satu tim penjangkauan ada sembilan personil yang terdiri dari Petugas Dinsos, Satpol PP, Polisi, TNI dan Tagana. Dengan adanya penambahan shift ini maka total personil berjumlah 36 orang,” terangnya.

Selain menambah jumlah personil dan shift patroli, Heri juga akan merubah sistem kerja dengan cara mengacak rute patroli. Waktu shift akan dilakukan pagi ke siang, siang ke sore, sore ke malam dan malam ke pagi.

“Bulan Ramadhan tahun ini menjadi ujicoba sistem kerja yang akan dilakukan saat Asian Games. Jika ini berhasil kita terapkan, maka selama Asian Games tidak akan ada gepeng dan anjal di Palembang yang selama ini banyak datang dari luar daerah,” ungkap Heri.

Menurut Heri, anjal dan gepeng yang ada merupakan pemain lama yang menjadikan mengemis sebagai mata pencarian. Penambahan shift dan operasional secara acak dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok anjal dan pengemis.

“Kita akan tertibkan mereka, karena larangan mengemis dan keberadaan anjal tidak boleh ada di Palembang. Apalagi sebagai tuan rumah Asian Games, maka tidak boleh ada satupun anjal dan gepeng,” tegasnya.

Operasional tim penjangkauan yang dilakukan Dinsos sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013 tentang pembinaan anak jalanan gelandangan dan pengemis. Dimana, akan dilakukan pengamaman dan pengembalian ke keluarga setelah dilakukan pembinaan.

“Kita berharap peran serta masyarakat dalam mengurangi jumlah anjal dan gepeng di Palembang dengan cara sedekah pada tempatnya. Jangan ada lagi yang memberi uang kepada anjal dan pengemis, karena akan meningkatkan jumlah mereka,” tuturnya.