PALEMBANG,HS – Puluhan anak kesakitan dan menangis kencang di lokasi penyelenggaraan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 TA 2019 Kodim 0418/Palembang, yang digelar di Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Kota Sabtu (2/3/2019).
Tangis tersebut ternyata bersumber dari bilik Posko Bhakti Sosial (Baksos) yang digelar oleh Satgas TMMD ke-104 Kodim 0418/Palembang bersama Komunitas Jeep 4×4 Palembang Nian. Terlihat puluhan orang tua dengan gembira membawa dan menemani anak-anaknya yang sangat antusias untuk dikhitan secara cuma-cuma alias gratis ini.
Kegiatan Baksos berupa khitanan massal dalam program TMMD ke-104 Kodim 0418/Palembang kali ini terasa istimewa, karena selain dihadiri oleh unsur Satgas TMMD, Ketua Komunitas Jeep 4×4 Palembang Nian Bpk Drs H. Harobin Mustofa, M.SI. beserta 23 orang anggotanya dengan Mobil Jeep juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Khitanan Massal ini disambut gembira oleh para orang tua yang memiliki anak yang sudah waktunya dikhitan. Pasalnya, biaya yang dibutuhkan untuk mengkhitankan anaknya dapat digunakan untuk keperluan lainnya, karena khitanan massal di lokasi TMMD Kodim 0418/Palembang ini disediakan untuk warga tanpa dipungut biaya. 
Dansatgas TMMD ke-104 Honi Havana mengatakan, dalam rangka kegiatan Baksos TMMD ke-104 Kodim 0418/Palembang bekerjasama dengan Komunitas Jeep Palembang Nian, melaksanakan khitanan massal dan pembagian 262 paket Sembako kepada masyarakat Pulokerto.
“Kegiatan bhakti sosial khitanan massal dan pembagian paket sembako ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu, serta menciptakan kesetaraan derajat masyarakat yang ada”, kata Dansatgas TMMD ke-104.
Sementara itu, Komandan Detasemen Kesehatan (Dandenkes) 02.04.04 Palembang Letkol Ckm dr. Hilary, Sp.KJ. mengatakan, terdata ada 21 orang anak yang sudah dikhitan hingga pukul 11.00 WIB, bahkan warga sejak pukul 08.00 pagi sudah berdatangan membawa anaknya untuk didaftar.
“Selesai dikhitan, anak-anak diberi hadiah berupa sarung, peci, obat-obatan, dan makanan ringan. Semoga bermanfaat dan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, agama, dan negara”, tutur dokter Hilary