PALEMBANG,HS – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu persetujuan anggaran harus sesuai dengan rancangan yang telah diajukan.

Berdasarkan hasil Rapat Paripurna ke-22 masa persidangan III di DPRD Kota Palembang, Jumat (16/11/2018),

APBD Kota Palembang tahun 2019 resmi meningkat sebanyak Rp4,3 triliun. Angka ini mengalami kenaikan ketimbang APBD tahun 2018 yang hanya sebesar Rp 2,7 triliun.

Hal ini disampaikan langsung oleh juru bicara Komisi II DPRD Kota Kgs Ishak Yasin. Ia menyampaikan peningkatan anggaran tersebut mengalami peningkatan sekitar 35.9 %.

“Penyusunanan APBD 2019 dilakukan secara optimalisasi, efisiensi, efektif dan akuntabel dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup manusia secara berkelanjutan. Untuk mendukung pelaksanaan sasaran dan prioritas Rencana Pembangunan Daerah,” katnya

Sementara, Pomi Wijaya selaku juru bicara Komisi I mengatakan pembahasan rancangan APBD 2019 akan dipergunakan secara maksimal.

“dengan adanya, peningkatan daerah maka kami menjelaskan kinerja yang telah diatur selama ini. Adapun hasil kerja komisi I, yaitu meminta permintaan, agar Kantor Lurah yang belum memadai, baik dari fasilitas dan pelayanan segera direnovasi. Ada beberapa kantor lurah yg belum tersentuh pembangunan,” pungkasnya

Tempat yang sama H Harnojoyo Walikota Palembang mengatakan dana tersebut sudah ditetapkan dan belanja juga diarahkan untuk belanja langsung maupun tidak langsung.

“anggaran belanja pergunakan dengan semaksimal mungking untuk belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan baik untuk partai politik dan belanja tidak terduga sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku,” tutupnya