IMG-20160902-WA0003
PALEMBANG, HS – Guna mendukung sekaligus mengapresiasi film lokal ‘Uang Panai’ yang merupakan karya anak bangsa dari Makassar, Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sulsel) Cabang Palembang gelar nonton bareng (nobar) di studio XXI OPI Mall, Jum’at, (2/3) sore.

Film karya sineas Makassar sendiri terinspirasi dari budaya mahar pernikahan suku Bugis Makassar, yang menceritakan tentang uang panai yakni sejumlah uang yang diserahkan mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan saat akan melangsungkan pernikahan.

Uang panai jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung dari kesepakatan dari kedua belah pihak. Dengan demikian sering terjadi dua pasang kekasih gagal duduk di pelaminan dikarenakan tingginya uang panai.

Ketua IKAMI Sulsel Cabang Palembang, Abdul Jafar, yang datang langsung ke studio XXI mengungkapkan, sebagai mahasiswa keturunan Sulsel, tentu akan mendukung film karya anak bangsa dari Makassar, mengingat film ‘Uang Panai’ menggambarkan bagaimana adat suku Bugis dalam proses pelamaran hingga pernikahan.

“Film ini sangat bagus, karena mengangkat nilai budaya Bugis dan memberikan pemahaman tentang uang panai,” ujar Jafar Usai menggelar acara nobar bersama anggota IKAMI Sulsel.

Ia mengungkapkan, bahwa film yang disutradarai oleh Halim Gani Safia dapat memberikan pemahaman bahwa uang panai dan mahar itu berbeda. Mahar itu diwajibkan dalam agama, sedangkan uang panai tidak diwajibkan. Namun uang panai menjadi bukti keseriusan pihak laki-laki untuk meminang kekasihnya.

“Film ‘Uang Panai’ ini sudah lama kami tunggu, apalagi sudah diperkenalkan sebelum Ramadhan lalu,”ujarnya.

Meski sebelumnya sempat kecewa karena tidak ditayangkan secara serentak pada tangga 25 Agustus lalu di kota Palembang, namun dirinya mengaku bahwa anggota IKAMI Sulsel tetap antusias mendukung film ‘Uang Panai’.

“Kita sempat kecewa karena tidak ditayangkan, tapi berkat kerja keras Anggota IKAMI Sulsel Cabang Palembang, akhirnya film ini bisa tayang juga,”ujarnya.

Dengan digelarnya nobar film lokal ‘Uang Panai’ ini, Mahasiswa Pascasarjana Unsri ini mengharapkan agar anggota IKAMI Sulsel mendapatkan pelajaran tentang nilai-nilai budaya yang terdapat didalamnya, apalagi budaya merupakan warisan dari leluhur yang harus dilestarikan.

Acara nobar ini sendiri turut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Sulawesi Selatan (KKSS) Sumsel, H Abdul Ghafar Pasolong SH. (AND)