PALEMBANG,HS – Jalan Tol Pematang panggang-kayuangung (PPKA) dan Tol kayuagung-palembang-Betung (Kapal-betung) ditarget selesai pengerjaannya April 2019, yang saat ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya.
Bahkan sampai saat ini progres pengerjaan di lapangan sudah menunjukkan angka yang positif. Diketahui tol PPKA memiliki panjang sekitar 77 kilometer dan progresnya saat ini sudah mencapai 83 persen, sementara tol Kapal Betung persentasenya sendiri sudah mencapai sekitar 65 persen dimana panjang ruas jalan tol yakni 111 kilometer.
Kepala Divisi VI PT Waskita Karya (persero) Ruas Jalan Tol Kapal Betung dan PPKA, Gunadi Soekarjo mengatakan, untuk dua tol ini diyakini selesai pada April 2019 khusus main road-nya, sementara rest area di beberapa ruas jalan tol itu akan selesai pada Juni 2019.
“Insya Allah target dari Presiden Joko Widodo yakni tol dapat selesai dan digunakan pada April 2019 terwujud. Kita terus mengejar penyelesaian. Untuk tol PPKA hampir selesai, persentase pengerjaannya cukup tinggi. Namun tol Kapal Betung memang butuh waktu karena tol memiliki kilometer yang cukup panjang dan melintasi beberapa sungai besar,” kata Gunadi, saat pengecekan progres pembangunan ruas tol PPKA dan Kapal Betung, Rabu (17/10/2018).
Ia menjelaskan, sejauh ini antara target dan pencapaian (realisasi) pembangunan jalan tol ini beriringan. Hanya saja, kata Gunadi, memang ditemui sejumlah kendala di lapangan. Diantaranya pembebasan lahan, cuaca, mobilisasi material, pertemuan antara jalan tol dengan jaringan pipa pertagas juga tol Palindra dan jalan lintas Timur milik jalan nasional.
Untuk pembebasan lahan sendiri dilakukan oleh PT Srimp (PT Sriwijaya Makmore Persada) dan sebagian lagi dilakukan secara be to be oleh pihaknya.
“Ada sejumlah bidang lahan yang lahannya masih dalam tahapan konsinyuasi dan proses pembayaran. Ada juga yang harus dibawa ke ranah hukum karena masalah tumpang tindih kepemilikan lahan,” jelasnya.
Lahan yang belum bebas bukan hanya di bagian main road saja, bagian rest area pun sedang dalam tahapan pembebasan. Ia menyebutkan untuk tol Kapal Betung direncanakan sementara ada dua rest area, sementara tol PPKA ada 4 rest area.
“Rest area untuk tol Kapal Betung bisa saja nantinya bertambah. Sebab kita utamakan penyelesaian ruas jalan tol dulu,” ungkapnya
Dijelaskannya, secara keseluruhan pembangunan tol Pematang Panggang-Kayu Agung menelan investasi Rp8 triliun dan tol Kapal Betung menelan investasi Rp7 triliun.
“Investasi tol PPKA lebih besar dibanding tol Kapal Betung karena memang teknologi dan mekanisme atau sistem yang digunakan dalam mengolah tanah berbeda karena di sepanjang tol PPKA merupakan rawa gambut dalam,” pungkasnya
Ia menjelaskan, dengan adanya jalan tol ini maka tentunya akan mempersingkat jarak tempuh dari perbatasan Lampung ke Palembang.
“Dari semula 2 jam dari Kayu Agung ke Palembang, dengan adanya tol bisa hanya 30 menit saja. Begitupun dengan ruas jalan yang lain. Lebih singkat, cepat dan nyaman,” tutupnya