PALEMBANG,HS – Banjir bandang yang menerpa kawasan Air Mulak Lahat beberapa waktu lalu tak hanya membuat jembatan di sana roboh, bendung yang berada di hulu Sungai Lematang juga menjadi jebol akibat kerasnya terjanhan banjir bandang.

Dampak dari rusaknya bendung Air Mulak membuat pasokan air mengecil. Sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Pelaksana Harian Seketaris Dinas PSDA Sumsel, Yudi Saputra mengatakan bendung Air Mulak mengalami kerusakan berat lantaran terkena hantaman batu-batu besar yang terbawa derasnya banjir bandang pada tahun lalu.

“Jadi waktu bencana itu, banjir bandang lebih dulu menghantam bendung kita. Barulah bebatuan menabrak oprit jembatan,”ujarnya

Untuk memperbaiki bendungan itu, PSDA Sumsel mengeluarkan anggaran perbaikan bangunan bendungan sebanyak Rp 5 miliar. Pembangunan bendungan itu dilakukan bersama pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumsel, dan diperkirakan akan selesai pada bulan November mendatang.

“Kita masih menunggu desainnya dari BBWS, perkiraan akhir Maret desain sudah ada. Insyaallah pembangunan memakan waktu enam bulan, tahun ini selesai,” ungkap Yudi.

Sementara itu Kepala BBWS Sumatera VIII, Birendrajana desain Bendung Air Mulak masuk ke dalam program Integrated Participatory Development and Management Off Irigation Program (IPDMIP) tahun 2020.

Diakuinya, untuk desain Bendung Air Mulak Lahat saat ini sedang dikerjakan dengan desain perbaikan jaringan irigasi lainnya di Sumsel. Pada April nanti desain tersebut ditarget rampung dan bisa langsung dilelang untuk dilanjutkan dengan pengerjaan fisik bendung.

Meski akan dilakukan perbaikan, namun untuk bentuk fisik tak akan ada perubahan pada desain awal bendung. Untuk tingginya bendung mencapai 2,6 meter dengan lebar 12 M. Untuk mencegah kembali jebolnya bendung, pihaknya akan memasang saringan sampah sepanjang bendung.

“Bisa saja kita bangun bangunan penahan batu seperti di daerah gunung berapi. Hanya saja program itu belum ada tahun ini,” tutupnya