PALEMBANG,HS – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan pengembangan-pengembangan inovasi daerah. Salah satunya dalam hal menjaga sejarah majunya provinsi Sumatra Selatan sejak dibentuk hingga saat ini. Rencananya,

Dinas Arsip Daerah Provinsi Sumsel akan membangun biorama atau bioskop kecil yang digunakan untuk memperlihatkan pada masyarakat Sumsel atas upaya Pemerintah Sumsel memajukan daerah ini.

“Sudah ada beberapa daerah yang memiliki biorama. Kita juga akan membangun itu. Rencananya tahun depan, namun ini masih akan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” kata Kepala Dinas Arsip Daerah Provinsi Sumsel, Muslim Selasa (26/9/2017),

Ia menerangkan, diorama dinilai cukup penting agar dapat dimanfaatkan berbagai pihak untuk memutar dan melihat kembali bagaimana upaya pemerintah membangun daerahnya. Hal yang menjadi rencana, pihaknya akan menyediakan kilas balik dan sejarah kepemimpinan Sumsel, progres hingga perjalanan pembangunan di Sumsel, dan lain sebagainya.

“Bahkan kita juga akan menampilkan kisah Presiden RI Soekarno saat berkunjung ke Sumsel dan bertemu dengan Noerdin Pandji (ayah kandung Alex Noerdin), dimana saat itu Bapak Soekarno menyebutkan ramalannya bahwa Alex Noerdin akan menjadi sosok hebat dan orang besar,” kata Muslim.

Muslim mengungkapkan, rencana tersebut tidak bisa direalisasikan tahun ini, melainkan akan dimulai pada tahun depan. Begitupun dengan penelusuran kisah ramalan Presiden Soekarno beberapa puluh tahun lalu.

“Tahun depan insya allah kita bangun biorama. Tahun depan juga akan kita mulai telusuri kisah ramalan Bapak Soekarno kepada Bapak Alex Noerdin saat usianya masih kecil,” ungkap dia.

Diakui Muslim, pihaknya tengah mencari lokasi penempatan biorama tersebut. Sementara ini, kawasan di Jakabaring dinilai tepat.

“Masih kita bahas nantinya. Biorama ini sangat tepat jika lokasinya di Jakabaring. Bisa di JSC ataupun di Dekranasda,” ungkap Muslim.

Tak hanya itu, Dinas Arsip Daerah Sumsel juga saat ini tengah mematangkan upaya penerapan sistem informasi kearsipan menggunakan teknologi online. Muslim menerangkan, hal itu dilakukan untuk memudahkan masyarakat melihat dan mendapatkan arsip yang dibutuhkan.

“Saat ini kami telah menyiapkan sarana pendukungnya seperti jaringan dan tenaga ahli. Bahkan kami sudah membahas mekanisme, teknis dan sebagainya. Kami ingin menerapkannya tahun ini, sayang belum cukup anggarannya,” kata dia.

Menurut Muslim, dibutuhkan dana sekitar Rp2 miliar untuk penerapan teknologi tersebut.

Muslim menerangkan, pelaksanaan sistem informasi kearsipan tersebut sudah ada aturannya dan tinggal dilaksanakan.

Ia menjelaskan, dengan diterapkannya sistem informasi kearsipan online, maka setiap dinas harus menyerahkan arsip yang dimiliki.

“Hal itu penting supaya arsip dapat disusun sesuai dengan kategori sehingga mudah dilihat,” kata dia.

Muslim berharap dengan adanya penerapan sistem informasi kearsipan online ini dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi Dinas Arsip Daerah Sumsel kepada masyarakat. Ini juga yang diyakini dapat menjadi dorongan agar Dinas Arsip Daerah Sumsel bisa menorehkan sebagai lembaga terbaik tingkat nasional.

“Tahun ini, kami mendapatkan juara harapan ke dua sebagai lembaga kearsipan terbaik nasional se-Indonesia. Harapannya tahun depan, pelayanan dan inovasi kami ini dapat lebih baik,” tegasnya (MDN)