IMG_20160825_172523

Pembukaan Indonesia ICT Carnival 2016 yang ke tiga dengan tema New ICT, New Games” di Jakarta (25/8)

JAKARTA, HS –  Indonesia ditunjuk oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA) sebagai tuan rumah Asian Games 2018 menggantikan Vietnam. Ajang olahraga terbesar di Asia ini akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Di Jakarta akan menggelar 29 cabang olahraga (cabor) dan 11 cabor di Palembang.

Kepercayaan ini merupakan tantangan tersendiri untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik dan sukses menggelar ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Selain kesiapan dalam sarana olahraga, hal lain yang tak kalah penting ketika menggelar ajang olahraga adalah penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Salah satunya yaitu teknologi yang ditawarkan melalui solusi ICT Huawei yang diklaim dapat memberi pengalaman digital terbaik dalam event olah raga.

Mengusung tema “New ICT, New Games”, acara “Indonesia ICT Carnival 2016 yang ketiga” kembali digelar di Raffles Jakarta (25/8). Dalam kegiatan yang diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemerintah DKI Jakarta, Komite Olimpiade Indonesia, dan PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) tersebut mengungkap berbagai peluang dalam bidang TIK di Indonesia.

Menkominfo Rudiantara ketika membuka acara tersebut mengungkapkan harapannya agar Indonesia bisa sukses menjadi tuan rumah yang baik di ajang Asian Games 2018 dengan penerapan teknologi TIK. Para atlet yang datang ke Indonesia nantinya akan dapat menikmati berbagai teknologi terbaru yang akan memudahkan aktifitas mereka selama di Indonesia.

Rudiantara menambahkan, nantinya para atlet ini akan dibekali sebuah kartu khusus yang akan mempermudah aktifitas mereka, mulai dari datang di airport, tak perlu antri dalam proses imigrasi, termasuk transportasi, akomodasi dan berbagai akses informasi baik ke venue maupun penginapan semuanya akan dapat diakses dengan mudah selama kegiatan Asian Games.

“Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang nanti juga akan digelar ujicoba penerapan teknologi 4,5 G di Indonesia, ” ujarnya.

Liu Haosheng, CEO Huawei Indonesia, menjelaskan bahwa Huawei Indonesia mendorong transformasi digital di Tanah Air. Apalagi, Huawei menyatakan siap untuk menerapkan jaringan 4,5 G di Indonesia lewat ajang Asian Games 2018 nanti.

Sehingga dalam penyelenggaraannya akan menggunakan solusi layanan yang lebih canggih untuk event olah raga, baik dari segi siaran, keamanan maupun teknologi digitalnya.

“Pengalaman menerapkan ICT di event internasional sudah pernah kami lakukan sebelumnya. Salah satunya di Olimpiade Beijing pada 2014,” lanjut Liu.

Dengan diterapkannya ICT di event ASEAN Games 2018 nanti di Indonesia, segala teknologi dan komunikasi yang dipakai merupakan teknologi yang canggih. Begitu juga dengan informasi yang dihadirkan pun diklaim lebih cepat, realtime dan akurat. Dan akan lebih optimal lagi, jika semua keunggulan tersebut terkoneksi dan terintegrasi dengan platform smart city.

Liu menjelaskan,di berbagai negara investasi di bidang TIK mengalami kenaikan sebesar 20%. Hal tersebut tidak mengherankan, sebab dengan adanya TIK dan infrastruktur dapat meningkatkan PDB sebuah negara sebesar 1%.

Olah karena itu, dalam menjalankan bisnisnya Huawei selalu bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan kementerian untuk menciptakan inisiatif nasional dalam membangun smart nation dan tech city, transformasi digital, perluasan koneksi pita lebar, e-commerce dan pemberdayaan ekosistem cloud di Indonesia. (HS)