PALEMBANG,HS  — Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, memastikan kesiapan seluruh sistem teknologi informasi (TI) untuk Asian Games 2018. Hal itu ia sampaikan setelah meninjau sejumlah venue dalam  rangkaian Diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Progress dan Kesiapan Asian Games 2018” di Wisma Atlet Jakabaring Sports City, Sabtu (07/07/2018).

Menurutnya, kesiapan IT tersebut juga meliputi akan berusaha semaksimal mungkin mengantisipasi serangan siber (ancaman hacker) saat ajang bergengsi ini berlangsung. Pasalnya, Indonesia sendiri dinyatakan sebagai satu dari 10 negara yang rawan serangan siber.

“Kami tidak ingin ada kejadian yang tidak diinginkan, apalagi perhelatan Asian Games ini merupakan yang pertama kali di Indonesia,” katanya.

Guna menghindari hal yang tak diinginkan tersebut, pihaknya menyatakan telah bekerja sama dengan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kepolisian RI dan TNI. Tujuannya untuk mencegah serangan siber yang suatu waktu bisa terjadi.

“Kami akan dibantu sedikitnya berjumlah 30 orang berikut para ahli sibernya. Badan siber juga akan membentuk tim bayangan yang bukan berada di bawah tim kami,” ujarnya.

Meskipun INASGOC sudah mempunyai pusat kendali operasi yang bertugas mengawasi seluruh jaringan terkait penyelenggaraan Asian Games 2018, ia mengaku masih butuh dukungan dari lembaga-lembaga dan kementerian untuk mencegah serangan siber itu.

Ia juga menjelaskan, selain ancaman hacker keandalan lain yang harus diantisipasi yakni, jaringan telekomunikasi dan internet menjadi prioritas utama demi kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Fokus kami bukan cuma ancaman hacker tetapi jaringan telekomunikasi juga kami antisipasi mengingat dipastikan pengunjung saat di pertandingan tapi juga di acara pembukaan dan penutupan di stadion GBK bakal dihadiri ribuan penonton,” bebernya.

Salah satu opsi dari skenario ini adalah tidak ada seluler tapi menggunakan wi-fi, gratis tidak perlu register. Jadi begitu dibuka langsung diklik langsung terkoneksi dan bisa digunakan publik agar tidak perlu menunggu lama.

“Kami menyediakan bandwith sampai 10 GB/detik, ada 400 akses poin di stadion utama GBK disiapkan kawan-kawan Telkom,” pungkasnya

Dari sisi telekomunikasi, Menkominfo menjamin keandalan teknologi informasi. Hal ini diperkuat dengan ikrar dari para operator telekomunikasi dan internet pada Jumat (05/07/2018) lalu untuk menyiapkan jaringan mendukung kegiatan Asian Games, khususnya layanan penyediaan wi-fi dan internet.

“Ajang Asian Games membutuhkan bandwith besar karena setiap hasil pertandingan secara berkala harus dilaporkan ke Komite pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, sangat mendukung apa yang akan diterapkan di Palembang pada saat Asian Games mendatang, apalagi terkait hecker pastinya hal tersebut akan terjadi mengingat event ini bukan saja nama baik Palembang tetapi Indonesia, jadi apabila terjadi hal yang tak diinginkan itu akan mengakibatkan nama baik Indonesia juga akan rusak.

“Kita ketahui Sumsel saat ini mempunyai slogan zero konflik, jadi sangat lah penting mencegah serangan para hecker tersebut,” jelasnya