foto (ist)

PALEMBANG,HS – Saat asian games berlangsung Di Provinsi Sumatera Selatan, pihak BNPB mempastikan tidak ada lagi kebakaran lahan dan hutan (Karhutlah), di wilayah Sumatera Selatan. Hal ini dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangilei, kamis (16/8/2018).

Menurutnya, pihaknya meyakinkan masyarakat bahwa Asian Games 2018 akan bebas dari asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pemerintah pusat maupun daerah pun terus berkolaborasi terkait penanganan dan pencegahan asap. Kerja sama ini untuk meyakinkan masyarakat bahwa tidak akan ada lagi bencana asap di sisa tahun ini, khususnya pada saat pelaksanaan multi event empat tahunan tersebut.

Ia mengatakan,  pemerintah pusat dan daerah telah melakukan langkah-langkah strategis untuk menanggulangi titik-titik api di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus melakukan pencegahan termasuk diantarakan mendirikan Posko Pendamping Nasional yang akan diisi perwakilan kementerian terkait serta didirikan guna menunjang dan memberikan bantuan agar penyelenggaraan perhelatan Asian Games bisa lancar dan sukses.
Adapun tindakan yang dilakukan mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pengerahan petugas untuk melakukan patroli darat maupun udara, pembentukan Posko Pendamping Nasional (Pospenas),   pemetaan daerah rawan hingga menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk penanggulangan memadamkan api.
“Kami selalu memantau titik api agar kami tidak kecolongan karena tidak boleh terlambat memadamkan api di lahan gambut. Kami pastikan kepada masyarakat selama Asian Games Sumsel akan bebas dari ancaman kabut asap,” ujarnya, Kamis (16/8/2018).
Jika terjadi kebakaran,  pemerintah telah memiliki beberapa langkah sigap untuk menaggulanginya seperti,  melakukan operasi dari darat oleh pihak TNI, Polri, Tagana, BPBD dan semua pihak terkait. Lalu dari udara, pemerintah melakukan water bombing dan menerapkan teknologi modifikasi cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Diakuinya, ancaman asap dari kebakaran hutan dan lahan datang dari Pulau Sumatera, salah satunya berasal dari Sumsel yang menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games 2018. Provinsi Sumsel masuk dalam daftar daerah rawan kebakaran hutan dan lahan bersama beberapa provinsi lain seperti Jambi dan Riau.
“Posko pendamping ini didirikan sejak hari Senin (13/08/2018) sudah berjalan dan diisi wakil dari Kementerian terkait dan terpadu seperti Strukture yang ada di Posko Karhutla Sumsel, ini berdiri selama proses perhelatan Asian Games dan berakhir sesuai situasional jika masih diperlukan maka akan diperpanjang” jelasnya.
Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah mengatakan pada, Rabu (15/8/2018) termonitor hot spot dari satelit LAPAN ada tiga yaitu di Kabupaten OKU, Mura dan Muara Enim, ketiga Kabupaten ini jauh dari arah angin masuk Palembang yang menjadi perhatian adalah karhutla yang terjadi di desa-desa yang arah anginnya masuk Palembang.  Dengan adanya patroli setiap hari yang dilakukan di 3 Kabupaten rawan karhutla terutama di Jakabaring itu sendiri terjadinya karhutla dapat dengan cepat ditanggulangi.
“Dengan kerjasama diharapkan spot-spot ini tidak ada lagi dan Asian Games Bebas Api dan Bebas Asap bisa terlaksana dengan baik”jelasnya.
Sementara itu, untuk memantau adanya kabut asap pemerintah telah memasang empat alat  pendeteksi asap dipasang di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Tak tanggung-tanggung,  alat pendeteksi dini asap itu merupakan alat canggih hibah dari  UNESCO atau organisasi dibawah naungan PBB yang mengurusi segala hal berhubungan dengan pendidikan, sains dan kebudayaan.
Direktur Jakabaring Spot City (JSC), Bambang Supriyanto mengatakan, pemasangan alat berteknologi canggih ini dilakukan untuk memastikan kawasan yang menjadi tempat tinggal dan pertandingan atlet di ajang Asian Games 2018 itu memiliki kualitas udara yang bersih mengingat Sumsel rentan terjadi bencana kabut asap yang kerap  saat musim kemarau.
“Ini salah satu upaya kita bekerjasama dengan dinas terkait untuk mendeteksi dini kelembapan udara dan kabut asap,” ujar Bambang.
PT JSC selaku pengelola telah bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk pemantauan suhu dan udara di kawasan JSC dengan meletakkan alat tersebut di wisma atlet dan sisanya disebar di sejumlah venue seperti shooting range, atletik, dan Gelora Sriwijaya Jakabaring.
 Alat ini sendiri terprogram secara komputerisasi melalui SIM Card GSM dan bisa terpantau secara real time melalui piranti berbasis android dengan tingkat akurasi 90%.
“Alat ini merupakan hibah dari center of research on IOT data and reseliency inisiatif dari ICTP UNESCO.  Pemasangan alat ini dapat secara efektif untuk mendeteksi lebih awal jika nanti kawasan JSC terpapar asap,” tutupnya