PALEMBANG,HS – Ajang Penilaian Aparatur Sipil Negara memang menjadi momentum bagi para ASN bersaing untuk menjadi yang terbaik. Aldiwan Haira Putra, S.STP salah satu pegawai di BPKAD Kabupaten Empat Lawang yang mengikuti Penilaian Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) tingkat Nasional yang diadakan oleh Kemenpan RB berhasil masuk ke lima besar.

Alumnni IPDN kelahiran Kerinci (24) ini telah berhasil mengharumkan nama daerah tempat ia ditugaskan sebagai ASN yakni Kabupaten Empat Lawang. Program yang ia canangkan untuk kemajuan daerah tertinggal di Empat Lawang “Internet Gratis untuk Masyarakat Terpencil” telah berhasil membawa namanya masuk sebagai nominasi lima besar di Anugerah ASN tingkat Nasional.

Bupati Kabupaten Empat Lawang H. Joncik Muhammad mengapresiasi dan merasa bangga apa yang telah dicapai Aldiwan telah membawa nama baik daerah.

“Saya sangat mengapresiasi serta merasa bangga karena Aldiwan mampu bersaing dengan ribuan ASN di seluruh Indonesia melalui inovasi yang ia buat. Saya akan mendukung penuh melalui APBD untuk nantinya diperluas di daerah tertinggal lainnya sebagai bentuk apresiasi inovasi”, ungkapnya.

Anugerah ASN 2019 yang terdiri dari 3 kategori yakni PNS Inspiratif, Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pertama Teladan dan The Future Leader diikuti oleh 1.051 ASN dari 281 instansi pemerintah diusulkan dalam Anugerah ASN 2019

Sampai saat ini sudah memasuki tahap ke empat dengan menyisakan 5 peserta di kategori PNS inspiratif dan The Future Leader untuk mengikuti wawancara dan akan dipilih top 3 di masing-masing kategori.
Mereka diwawancarai oleh Direktur TVRI Helmi Yahya, Menteri PANRB Periode 2011-2014 Azwar Abubakar, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Penulis Senior Maman Suherman, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji, Penggiat Digital Literasi Ahmad Nugraha, dan Penggiat Perpustakaan Nasional Sulasmo Sudharmo yang dilaksanakan pada hari ini 05 November 2019 di Kementerian PANRB.

Kelima nomine tersebut antara lain Aldiwan Haira Putra dari Kab. Empat Lawang Prov. Sumatera Selatan (Sumsel), Anshar dari Dinas Pendidikan Prov. Sulawesi Selatan (Sulsel), Aryo Parmoragung dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Didik Ismu dari Kelurahan Tombang Permai Kab. Banggai Prov. Sulawesi Selatan, dan Susilo Ratnawati dari Prov. D.I.Yogyakarta.