Penyerang Leicester City asal Jepang, Okazaki, mendapat ucapan selamat dari rekannya usai mencetak gol ke gawang Club Brugge.

Penyerang Leicester City asal Jepang, Okazaki, mendapat ucapan selamat dari rekannya usai mencetak gol ke gawang Club Brugge.

LEICESTER, HS – Leicester City sukses meraih rekor lolos ke 16 besar Liga Champions setelah mengalahkan Club Brugge dengan skor 2-1 di King Power Stadium, Rabu (23/11). Tambahan tiga poin ini membuat langkah The Foxes tak terkejar di puncak klasemen grup G.

Babak pertama dimulai, Leicester yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri langsung melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan. Gol cepat pun terjadi pada menit 5. Okazaki membobol gawang tim tamu dengan kaki kirinya setelah mendapat umpan dari Christian Fuchs.

Tak lama setelah itu, Mahrez hampir saja menggandakan keunggulan timnya. Namun tembakan mendatar yang dilakukan masih bisa dihentikan Ludovic Butelle.

Keunggulan Leicester benar bertambah menjadi 2-0 di menit 30 setelah mendapat hadiah penalti. Wasit harus menunjuk titik putih Brugge setelah setelah Marc Albrighton dijatuhkan di dalam kotak penalti. Mahrez yang menjadi penendang dengan mudah menaklukkan Butelle.

Unggul dua gol di babak pertama tak mengendurkan intensitas serangan Leicester. Morgan hampir saja memantapkan kemenangan The Foxes di menit 41. Sayangnya, setelah mendapat umpan dari Mahrez, Morgan tak mampu mengarahkan bola tepat ke dalam gawang.

Di babak kedua, tim tamu memperkecil ketertinggalan pada menit 52. Setelah menerima bola dari Jelle Vossen, Izquierdo berlari ke dalam kotak penalti dan melepas tembakan dari ruang sempit di sebelah kanan. Bola yang mengalir deras ke pojok atas kanan tak mampu dihentikan oleh Ron-Robert Zieler.

Jamie Vardy sempat mencetak gol di menit 59 untuk membuat timnya kembali menjauh dari tim tamu. Namun gol yang lahir dari sontekan kakinya dianulir karena dianggap lebih dulu terjebak offside.

Di menit-menit akhir, Club Brugge yang belum satu pun mendapat poin dalam penyisihan grup berusaha keras untuk membobol gawang Leicester. Tapi tuan rumah juga tak mau hanya bertahan.

Leicester terus menggencarkan serangan di menit-menit akhir. Demarai Gray yang masuk menggantikan Okazaki hampir saja mencetak gol di babak tambahan. Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 untuk kemenangan Leicester tetap bertahan. (AND)