PALEMBANG,HS – Mantan Gubernur Sumsel dua periode, H Alex Noerdin, menegaskan bahwa menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin membesar di Sumatera Selatan harusnya mau dan tidak malu untuk meminta bantuan kepada pihak yang ingin membantu memadamkan api seperti pada 2015 lalu.

“Jangan malu untuk meminta bantuan. Karena dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) saja tidak mungkin bisa mengatasi karhutla. Apalagi APBD kita (Sumsel) terbatas, 2015 lalu ada 5 negara membantu memadamkan api,” kata Wakil Ketua Komisi VII Bidang Lingkungan Hidup DPR RI, Kamis (24/10/2019).

Ia juga menilai bahwa kebakaran lahan di Sumsel masih perlu penanganan yang ekstra lebih melalui pengawasan terhadap wilayah yang rawan terbakar. Dia menyebut, Sumsel merupakan salah satu provinsi yang banyak memiliki wilayah lahan gambut luas.

“Tidak boleh ada jeda dan hentinya melakukam pengawasan dan pembinaan. Harus dilakukan secara terus-menerus. Itu kuncinya. Karena belum terjadi kebakaran laham bukan berarti pengawasan terhadap karhutla berhenti,” ungkapnya

Menurutnya, dalam melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terencana bakal memudahkan penanganan kebakaran lahan.

Ia mengungkapkan, jika berkaca pada tiga tahun terakhir di mana penanganan kebakaran hutan dan lahan itu dilakukan terencana melalui mekanisme pengawasan dan kontrol yang ketat. Namun, kata dia, harus terkontrol dan terus menerus diawasi.

“Kadang kita memberikan alat seperti selang sudah tidak ada lagi, mesin sudah copot, dan lainnya. Kuncinya itu (penanganan karhutla) pengawasan dan pembinaan terus menerus selama satu tahun penuh,” tutupnya