Fitri Astuti

MAGELANG, HS Meski dalam suasana duka, namun anak semata wayang almarhum Joseph V Rahantoknam, Fitri Astuti (20), terlihat sangat tegar.

Ia terus berusaha tersenyum kepada kerabat dan tetangga yang menyalaminya untuk menyampaikan belasungkawa.

Mahasiswi semeseter VIII Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga itu pun dengan ramah melayani awak media yang ingin melakukan wawancara dengan dirinya.

“Ya, harus tegar, mau bagaimana lagi? Karena ini sudah kehendak-Nya,” tutur Fitri di rumah duka, Kamis (16/2) petang.

Cerita Fitri, ayahnya adalah sosok yang tidak pernah mengeluh, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun. Desember 2016 lalu, Joseph sudah merasakan gejala sakit, mulai demam dan meriang.

“Saat itu Bapak tidak mau diperiksa dokter, beliau cuma minta tidur saja,” kata Fitri.

Dua minggu terakhir, sakit Joseph semakin parah. Ia masuk ke RS Royal Progress, namun tidak ada perubahan hingga akhirnya dirawat di ICU RSCM selama 11 hari.

Menurut Fitri, tidak ada komunikasi antara dirinya dan sang ayah sebelum menghembuskan nafas terakhir. Pria asli Ambon itu hanya mampu berkomunikasi dengan isyarat karena kondisinya kritis.

Namun sebelum sakit, Ayahnya kerap berkomunikasi dengannya melalui telepon. Termasuk ketika ditunjuk menjadi salah satu hakim yang menangani kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Bapak SMS kalau menjadi salah satu hakim kasus Ahok. Selama persidangan Bapak juga sempat pulang (ke Magelang) dan nyekar ke makam ibu,” tuturnya.

Saat menerima SMS itu, lanjut Fitri, dirinya justru mengaku khawatir dengan ayahnya, karena kasus dugaan penistaan agama yang menyeret nama Ahok adalah kasus yang sedang disorot oleh masyarakat Indonesia.

“Saya bangga, tapi lebih banyak khawatirnya sama Bapak. Saya takut, was-was, orangtua saya menangani kasus tersebut. Saya hanya bisa mendokan semoga Bapak tidak kenapa-kenapa,” kenang Fitri.

 Sebatang kara

Sebagai anak tunggal, Fitri mengaku dekat dengan sang ayah meskipun komunikasi hanya melalui sambungan telepon. Fitri tinggal di kos di Salatiga, sedangkan Ayahnya bertugas di Jakarta. Sedangkan ibunya, Endang S, meninggal beberapa tahun lalu akibat kanker rahim. Fitri kini sebatang kara.

“Masih banyak saudara kok, yang penting pesan Bapak saya harus selesaikan kuliah dulu, lalu cari pengalaman,” ujar mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu.

Diberitakan sebelumnya, almarhum Joseph V Rahantoknam meninggal dunia di RSCM Jakarta Pusat, pada Rabu (15/2/2017) malam.

Joseph adalah salah satu hakim yang menangani kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok. Pada persidangan kedua dan ketiga, posisi Joseph digantikan hakim Didik Wuryanto. (KOM)