PALEMBANG, HS – Penghinaan terhadap simbol Islam kembali menjadi viral di dunia maya kali ini terjadi di Palembang yang di lakukan peserta aksi seribu lilin pendukung Ahok.

Aksi yang dilakukan di Monumen Penderitaan Rakyat (Monpera) Palembang, Jumat 12 Mei 2017 berlangsung pukul 19.00 WIB, dianggap umat Islam sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol Islam.

Aksi yang disebut-sebut untuk menjaga NKRI dari kejahatan radikalisme ini justru menunjukkan sikap bertolak belakang dengan berteriak Huu! saat terdengar kumandang adzan isya’.

Video kelakuan peserta aksi yang meneriaki azan ini pun terus menuai tanggapan dari tokoh-tokoh Muslim yang ada di Sumatera Selatan.

Febuar Rahman SH, Ketua DPW Partai Perindo sumsel, Sabtu (13/05) pun ikut angkat bicara dengan menyayangkan kejadian tersebut dan mengatakan jika benar situasinya seperti yang ditunjukan pada video itu jelas dirinya sebagai muslim sangat tersinggung dengan adanya sikap tidak toleran seperti di lakukan massa aksi pendukung Ahok tersebut.

“Cobalah kalau melakukan aksi bertingkah lakulah yang sopan jangan memancing konflik seperti itu, Kalau mengaku cinta NKRI janganlah ber ulah yang memancing konflik Sara, Jelas kelakuan seperti itu bukan sikap orang Indonesia karena sangat bertentangan dengan Pancasila Dan sekali lagi sebagai Muslim saya sangat tersinggung,” tegasnya.

Sementaa Seorang netizen yang mengunggah video suasana saat penyalaan seribu lilin di Palembang menuliskan keheranannya. Pasalnya, saat berkumandang azan isya’, para peserta aksi tersebut sontak berseru “huuuu…”.

“Di Palembang… Mereka seperti Iblis… Di saat azan berkumandang mereka teriak seperti layaknya cacing kepanasan…Ini sdh di luar batas,” tulis akun @Abdulazis13Azis yang mengunggah video tersebut.