WBU ketika berdialog dengan peserta sosialisasi empat Pilar Kebangsaan DPR-MPR RI

  • Calon Pengusaha Pemula Sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan

PALEMBANG, HS – Menangguk tetesan ‘kado’ fondasi empat pilar kebangsaan yang kokoh adalah mutlak misi dari lawatan seorang Wasista Bambang Utoyo (WBU). Ini saatnya para generasi muda bersatu padu membangun negeri demi kepentingan bangsa yang lebih besar.

ADA bingkisan yang penuh keakraban di wajah para calon-calon pengusaha muda di Hotel Denata Palembang. Hari itu, Selasa 17 April 2017 lalu, WBU—si putra Jenderal Bambang Utoyo ini muncul di tengah kaum generasi muda bangsa yang tengah berdatangan dari pelbagai pelosok Musi Banyuasin, Banyuasin, serta kota Palembang.

Dan, di momentum dengar pendapat bersama mereka (calon wirausahan muda-red), WBU bergelar insinyur yang kini duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia itu nampak begitu bersemangat orasi tentang bagaimana kesiapan anak bangsa menyonsong globalisasi kekinian.

“Dunia semakin maju dan terbuka. Suka tidak suka atau mau tidak mau…, anak-anak bangsa harus mampu memberikan daya saing. Jika tidak? Maka siap-siaplah kalian akan tergerus di dalamnya. Dan, kita hanya jadi penonton di negeri sendiri,” ucap Wasista Bambang Utoyo sambil menatap belasan peserta wirausaha pemula dari beragam elemen masyarakat yang ikut di sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Ahlan Wa Sahlan. Drama kesiapan anak-anak bangsa saat mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung di Pancasila, Undang-undang 1945, menjaga Kebhinekaan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia hakikatnya adalah memperkukuh kepentingan seluruh bangsa Indonesia.

“Itu artinya apa? Kita wajib bersama bergandeng tangan guna bersatu membangun negeri demi kepentingan bangsa. Wahai para anak-anak mudaku, marilah kita membangun negeri ini ya di jalur empat pilar kebangsaan. Tunggu apa lagi…?,” sang WBU balik bertanya.

Bagaimanapun, sambung WBU, dengan memperkukuh empat pilar kebangsaan bakal melahirkan generasi petarung yang kemudian dapat mengubah nasib bangsa, antara lain Soekarno dan Hatta.

“Orang-orang seperti wirausaha pemula ini yang nantinya kita harapkan jadi tumpuan di barisan terdepan dalam membangun negeri yang sama-sama kita cintai,” demikian pesan WBU.

Kepada generasi pengusaha pemula Wasista Bambang Utoyo menitikberatkan betapa pentingnya arti empat Pilar Kebangsaan

Janji nunggu kata-kata pun bertaruh. Tepat Rabu 18 April 2017, rombongan calon-calon wirausaha muda diajak langsung menyaksikan kawasan WBU Solution Center. Kali itu, tema yang diusung yaitu ‘Penegasan Pancasila sebagai dasar Negara, Ideologi Bangsa dan Negara’.

“Apapun bentuknya, dalam berusaha harus punya jiwa yang tegar. Tidak pantang menyerah, mau berinovasi, dan menjaga kualitas produk,”  kata Ir H Cholil MSi selaku pemateri.

Yang tiada kalah pentingnya, lanjut pendiri Forum Komunikasi Hijau Sriksetra kota Palembang ini, di panggung dunia usaha pasti timbul yang namanya persaingan.

“Dari situlah, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bisa kita jadikan pegangan hidup. Serta UUD 1945 dan Kebhinekaan dapat jadi panduan. Karena itu, mari kita rapatkan barisan, bersatu kita membangun negeri untuk Indonesia yang lebih maju dan mandiri,” Cholil berkata bijak.

Keberhasilan dan optimisme dari para wirausaha muda yang tangguh bahkan dapat mengalahkan jawara asing yang menjadi ‘raja’ di negeri Indonesia membuat rasa percaya diri Cholil kian tebal.

Insyaallah, paling tidak kita lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya. (RINALDI SYAHRIL DJAFAR)