PALEMBANG, HS – Akibat banjir bandang yang melanda daerah OKU Selatan dan OKU Timur, beberapa saluran irigasi yang berada dikawasan dua kabupaten tetangga tersebut sempat tertutup sampah yang menghambat saluran air mengalir.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII Palembang, Birendrajana mengatakan selain menutupi saluran, banjir juga menyebabkan pekerjaan pembangunan Bendungan Tiga Diaji sempat terhenti sementara. “Karena debit air sungai tinggi, akhirnya pekerjaan sempat kami hentikan sementara. Setelah surut, baru pekerjaan dilaksanakan lagi,” kata Birendrajana saat dikonfirmasi, kemarin (19/5).

Biren mengatakan kondisi saluran irigasi saat ini sudah kembali normal seiring dengan surutnya air sungai dan rendahnya intensitas hujan. Ia mengatakan pengendalian arus sungai melalui saluran irigasi dan bendungan masih terus dilakukan. Salah satu caranya dengan melakukan pembersihan di saluran irigasi baik primer, sekunder maupun tersier.

“Saluran terus dipelihara agar aliran air menjadi lancar,” katanya.

Ia mengatakan tahun ini, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk melakukan perawatan rutin di 7 saluran irigasi yang ada di Sumsel. Seperti irigasi Komering, Kelingi Tugu Mulyo, Lakitan, Lintang Kanan, Lintang Kiri dan Air Keruh.

“Dananya memang disediakan setiap tahun untuk perawatan dan pemeliharaan rutin,” terangnya.

Dijelaskannya, upaya pencegahan banjir ke depannya akan dilakukan dengan pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS). Ia menuturkan saat ini kondisi DAS banyak yang beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman maupun aktifitas masyarakat lainnya.

“Harusnya fungsi DAS dikembalikan seperti semula. Ini tidak bisa kami (BBWSS) sendiri. Harus ada kerjasama dari stakeholder terkait. Termasuk pemerintah daerah untuk melindungi DAS dari berbagai aktifitas yang mengganggu aliran sungai,” tutupnya