jalan-sudirman-simpang-4-ceritas-banjirPALEMBANG,HS – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Pengendalian Sumber Daya Air (BM-PSDA) Kota Palembang menilai musibah banjir yang terjadi di hampir semua titik di Kota Palembang kemarin, disebabkan adanya pembangunan infrastruktur yang terjadi saat ini, seperti pembangunan Light Rail Transit (LRT) menjadi salah satu penyebab utama.

Kepala Bidang (Kabid) Pengairan dan Drainase di Dinas PU BM-PSDA Kota Palembang Bastar, mengungkapkan banyak gorong-gorong atau parit besar di palembang pun terancam rusak akibat pembangunan LRT.

“Dengan curah hujan cukup besar yang terjadi kemarin malam, Senin (12/9), jelas sekali sulit ditampung dengan kondisi drainase yang rusak akibat pembangunan LRT. Karena tidak dapat dipungkiri pembangunan tersebut ada dampaknya,” jelasnya via telpseperti di kutip Rmol , Selasa (13/9).

Melihat kondisi semalam, pihaknya akan berupaya meminimalisasi banjir dengan menormalisasi retensi dan membenahi saluran yang ada. Karena, ditakutkan hujan yang lebih besar akan terjadi lagi.

“Diluar dugaan kita, hampir semua sudut tergenang air cukup tinggi akibat hujan semalam. Ini menjadi pembelajaran kami untuk mengantisipasi kedepan,” tuturnya.

Jika melihat dari mondisi kemarin hingga hari ini, titik banjir yang terjadi akibat hujan yang cukup deras kemarin cukup banyak. Dimana berdasarkan pantauan, genanangan yang cukup tinggi terjadi di veteran, banggau, sekip, simpang Polda, simpang DPRD Sumsel, depan IGM, sepanjang Sudirman, KM 7 dan beberapa daerah lain seperti Kenten.

“Jika dilihat penyebarannya, Palembang idealnya harus memiliki 78 kolam retensi. Saat ini baru ada 24 kolam retensi, artinya masih dibutuhkan lebih banyak. Karena kolam retensi yang ada ini tidak mampu lagi menampung beberapa area,” tandasnya.

Seperti diketahui, kemarin malam Kota Palembang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Akibatnya hampir disetiap sudut kota tergenang air cukup tinggi.(SNI)