foto-berita-1

Ilustrasi Proyek light rail transit (LRT) Palembang

JAKARTA,HS – Sejumlah bank BUMN dan bank pembangunan daerah (BPD) berencana menyalurkan pembiayaan pada proyek light rail transit (LRT) Palembang yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 4,3 triliun. Total nilai proyek LRT Palembang tersebut diperkirakan mencapai Rp 11,4 triliun.

Vice President Divisi Bisnis Korporasi dan Multinasional I PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Dedi Priambodo mengatakan, pada semester kedua tahun ini pihaknya akan banyak menyalurkan kredit untuk proyek infrastruktur khususnya dalam bentuk sindikasi dengan sejumlah bank.

Salah satu proyek yang disasar adalah pembiayaan pembangunan LRT Palembang sebesar Rp 4,3 triliun. “Untuk proyek LRT Palembang kami memang sudah ditunjuk sebagai arranger, total pinjamannya sekitar Rp 4 triliun,” kata Dedi di Jakarta,seperti di lasir dari berita satu Kamis (15/9).

Menurut Dedi, pembiayaan sindikasi tersebut akan dilakukan oleh enam kreditor, dan penandatangan perjanjian kredit segera dilakukan.

Dedi mengungkapkan, pada semester pertama tahun ini pihaknya telah menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp 45 triliun dan target sampai akhir 2016 mencapai Rp 70 triliun.

Dari enam kreditor yang akan terlibat pada proyek LRT di Palembang, selain BNI, ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT BPD Jawa Barat Banten Tbk (BJB).

Sementara itu, Direktur Utama BJB Ahmad Irfan mengakui pihaknya akan berpartisipasi dalam penyaluran kredit pada proyek LRT Palembang. Namun, dia belum memutuskan berapa porsi yang akan diambil perseroan dalam penyaluran kredit tersebut. “Yang jelas kami tentu ingin berpartisipasi dalam penyaluran kredit infrastrukturterutama untuk proyek-proyek besar,” ujar dia.

Irfan menjelaskan, tahun ini BJB akan banyak terlibat dalam penyaluran kredit sindikasi terutama untuk proyek-proyek infrastruktur. Hingga saat ini, menurut dia, penyaluran kredit infrastruktur BJB tumbuh 50% secara year on year (yoy).

Sementara itu, Direktur BUMN dan Kelembagaan BRI Kuswiyoto memastikan pihaknya berpartisipasi dalam penyaluran kredit untuk proyek LRT Palembang. Sebelumnya, BRI juga ikut menyalurkan kredit pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sebesar Rp 12 triliun. “Kami pasti ikut berpartisipasi untuk proyek-proyek besar, termasuk LRT Palembang,” kata dia.

Dia mengungkapkan, hingga semester pertama tahun ini, BRI telah menyalurkan kredit pada sektor infrastruktur sebesar Rp 38,62 triliun. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan kredit di sektor infrastruktur mencapai Rp 45 triliun.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk menjelaskan, pihaknya tengah menjajaki pinjaman bank untuk membiayai proyek LRT Palembang. Perseroan berharap bunga yang diperoleh di bawah 10% untuk tenor pinjaman tiga tahun.

Adapun progress pekerjaan pembangunan LRT Palembang sudah di atas 10%. Waskita Karya menargetkan dapat merampungkan proyek tersebut pada Januari 2018.(HS)